3 Orang Ditangkap Saat Pesta Sabu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Tiga orang laki-laki dibekuk petugas Polsek Semarang Utara saat pesta sabu di sebuah rumah di Jalan Brotojoyo Dalam, Gang II RT 2  RW 7, Kelurahan Panggung Kidul, Semarang Utara, Sabtu (19/8) lalu. Mereka adalah Slamet Riyadi, 26, Muhammad Zakaria, 28, Heri Listiyanto, 48.

Penggerebekan dilakukan atas laporan warga yang mencurigai akan ada aktifitas pesta sabu. Polisi mengamankan barang bukti diantaranya 3 buah bong, satu klip plastik kecil berisi sabu, dan dua buah korek api gas.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Ari Nur Cahyo mengatakan, dari ketiga tersangka yang terlibat pesta sabu, salah satunya merupakan kurir.

Usai pendalaman terhadap tiga tersangka, petugas mendapatkan informasi bahwa masih terdapat barang bukti yang disimpan oleh ketiganya. Polisi kembali menyisir ke sekitar TKP guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kami temukan 20 gram sabu yang terbungkus dalam beberapa plastik kecil, disimpan dalam kotak pensil yang di letakkan di belakang sebuah kandang kambing milik tetangganya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sebuah timbangan digital, kartu ATM, dan beberapa buku tabungan milik tersangka.

Sementara dari pengakuan Slamet, ia sudah menjalani profesi sebagi kurir sabu sejak tiga bulan terakhir. Ia membeli sabu tersebut dari seseorang yang ia kenal dari saudaranya, dan belum pernah bertemu langsung dengan orang yang memberinya stok sabu.

“Kalau pakai (sabu) itu sudah sekitar satu tahun, tapi jadi kurir baru tiga bulan ini,” katanya,

Slamet menjelaskan, ia hanya berhubungan dengan orang yang memberinya stok sabu melalui seluler. Dangan cara dipandu alamat pengambilan sabu melalui pesan singkat.

“Ya tempatnya pindah-pindah, bisa di bawah tiang listrik, bawah pohon, bisa juga di dalam botol,” bebernya.

Biasanya Slamet membeli sabu satu plastik kecil seharga Rp 4,5 juta yang kemudian ia jual eceran.

“Biasanya saya plastikin kecil-kecil, isinya saya buat 0,55 gram dan saya jual Rp 550 ribu per plastiknya, dan biasanya habis dalam seminggu,” ungkap Slamet.(tsa/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -