Dinas Pasar Tak Telusuri Temuan Pungli

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG-Dinas Pasar Kota Semarang (sekarang Dinas Perdagangan, red) diketahui tidak menelusuri secara mendalam terkait temuan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah pedagang pasar. Hal tersebut terungkap saat sidang pemeriksaan lima saksi, di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (22/8) kemarin, dalam kasus yang menjerat mantan Kepala Pasar Suryokusumo, Pedurungan, Kota Semarang, Supardi bin Purwo (S).

Adapun kelima saksi yang diperiksa di antaranya, mantan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang yang sekarang menjabat Asisten Administrasi Pemerintahan Pemkot Semarang, Trijoto Sarjoko; Kabid Pengembangan dan Stabilitasi Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bahtiar Efendi; Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Kota Semarang, Noer Kholis; pedagang Tahu dan Kelapa di Pasar Suryokusumo, Nurwati dan Purwadi.

“Saya pernah menyampaikan kepada pedagang bahwa Surat Izin Pemakaian Tempat Dagang (SIPTD) itu palsu. Saya sampaikan juga bahwa bangunan kios dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) itu menyalahi aturan. Saya sudah cek di arsip permohonan, izin itu tidak ada. Jadi izin itu dipalsukan, kemudian saya lapor ke Kepala Dinas,” kata saksi Bahtiar Efendi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Siyoto.

Bahtiar mengaku, tidak mengetahui yang mengeluarkan maupun memproses blangko SIPTD tersebut. Atas kesaksian itu, hakim kemudian mencecar saksi, bahwa tidak mungkin perbuatan yang dilakukan terdakwa dilakukan sendirian. Selain itu, hakim juga menanyakan apakah pengembangan temuan ini dikembangkan oleh dinas.

“Memang tidak dikembangkan ataupun ditindaklanjuti atas temuan itu. Tapi terdakwa sudah diberikan sanksi oleh dinas, yakni diturunkan jadi staf dan diminta mengembalikan uang pedagang,” jawab saksi Bahtiar.

Atas keterangan itu, terdakwa Supardi mengaku mendapatkan SIPTD dari UPTD Dinas Pasar Pedurungan sebagai atasannya. Ia juga menegaskan, tidak mungkin izin tersebut langsung diambil dari Dinas Pasar Kota Semarang. “Setahu saya terkait izin tersebut, dinas juga harus tahu. Apalagi saya dapat dari UPTD,” kata terdakwa Supardi menanggapi kesaksian tersebut.

Dalam keterangannya, saksi Bahtiar mengaku pernah mendapatkan informasi terdakwa sudah menerima uang Rp 40 juta, bahkan ada kuitansinya. Ia juga mengaku sudah melakukan pengecekan di lapangan setelah mendapat informasi terkait bangunan kios itu. “Mengenai alih fungsi tukar guling, memang belum terealisasi. Namun terdakwa sudah menerima uang dari pedagang. Itu informasi yang saya terima,” sebutnya.

Sedangkan saksi Trijoto Sarjoko dalam keterangannya mengaku setelah ada laporan terkait masalah tersebut dari stafnya, ia langsung mengecek ke lapangan. Kemudian dari temuan di lapangan, ia memerintahkan terdakwa, yang saat itu didampingi Kepala UPTD Pasar Pedurungan Hartoko untuk menghadap ke ruangannya.

“Setelah saya tanya, dia mengakui adanya kejadian itu. Kemudian uang yang diterima saya minta dikembalikan. Saat itu, terdakwa mengakui menerima uang mencapai Rp 40-an juta, kemudian saya meminta UPTD Pedurungan untuk memantau pelaksanaan pengembaliannya,” jelasnya.

Trijoto juga mengaku tidak mengetahui siapa yang membangun kios di dekat TPS tersebut. Dari hasil peninjauan lapangan ia melihat sudah terbangun kios tersebut. “Pembangunan kios di TPS tidak boleh. Sejatinya kepala pasar juga tahu, kalau hal itu tidak boleh. Sanksi kepada terdakwa, kami minta untuk mengembalikan uang yang diambil dari pedagang dan diturunkan jabatannya sebagai staf,” sebutnya.

Secara terpisah dalam agenda pemeriksaan kedua, saksi Nurwati mengaku berjualan di TPS tersebut awalnya mengeluhkan masalahnya ke pedagang lain bernama Tutut. Kemudian Tutut menawarkan diri mengadu ke terdakwa. Ia juga mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp 40 juta untuk memperlancar izin.

Sama halnya dengan saksi Purwadi. Ia mengaku menyerahkan uang Rp 1,5 juta untuk memperpanjang kios dan balik nama. Uang itu diakuinya diberikan ke Tukimin (kasir retribusi pasar). “Kalau retribusi di pasar, saya kasih Rp 10 ribu setiap hari sampai sekarang. Seharusnya bayarnya satu bulan mencapai Rp 250 ribu. Nominalnya juga beda-beda antara kios dan los,” kata saksi Purwadi.

Atas keterangan tersebut, kuasa hukum terdakwa Nugroho Budiantoro menyatakan, saksi kunci dalam kasus tersebut seharusnya ada dua yakni Sartono, Kasi Perijinan Dinas Pasar dan Daliem selaku Kepala UPTD Pedurungan. Namun sayang keduanya sudah meninggal dunia. Terdakwa juga membenarkan keterangan saksi Purwadi. Terdakwa hanya menyangkal mengenai nominal, bahwa sebelum dirinya praktik tersebut memang sudah berjalan.

Sebelumnya, Jaksa Kejari Kota Semarang, Zahri Aeniwati dan Adhi Hardiyanto Wicaksono menjerat terdakwa Supardi bersalah melanggar Pasal 12 huruf a UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Selain itu, terdakwa juga dijerat dengan Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 dalam undang-undang yang sama. (jks/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -