Media Sosial Bisa Jadi Pemicu Harmonisasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO–Perkembangan media sosial menjadi berkah sekaligus ancaman. Karena aksesnya yang cepat, membuat informasi yang diterima masyarakat kadang menjadi pemicu disharmonisasi. Apalagi di tengah masyarakat yang tidak memiliki kecakapan dalam mengkoreksi sumber informasi.

“Musuh kita sekarang sudah berubah. Kalau dulu pakai senjata atau pakai meriam dan lain lain, namun sekarang ada di saku kita masing-masing,  yaitu media sosial yang gampang mem-framing dan memprovokasi kita semua,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo, Zaenal Sukawi, di sela Musyawarah Daerah (Musda) FKUB di Pendopo Wakil Bupati, Senin (21/8) kemarin.

Selain itu, menurut ketua FKUB periode 2012-2017 ini, musuh yang perlu dilawan bersama adalah kebodohan dan pembodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Juga anarkisme dan terorisme, serta yang datang dari dalam diri masing-masing: egoisme dan rasa ingin menang sendiri.

“Karena hal itu, FKUB sebagai wadah keberagaman dan jembatan kerukunan antarumat beragama, mempunyai komitmen untuk bersama-sama bagaimana melawan musuh-musuh tersebut, demi membangun Wonosobo yang aman, damai, harmonis, dan religius di atas keragaman dan perbedaan.” Untuk mewujudkan hal itu, Sukawi mengungkapkan, FKUB lima tahun terakhir dalam programnya telah melakukan berbagai upaya membangun persamaan dan kebersamaan.

Juga meningkatkan kesadaran bahwa berbeda dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang alamiah, yang harus disyukuri dan dinikmati. Serta, dikelola sehingga perbedaan akan menjadi indah. “Kami juga melakukan program peningkatan keyakinan dan keimanan bagi pemeluk agama masing-masing,” katanya.

Dengan meningkatnya spriritualitas, kata Sukawi, akan memberikan kontribusi tingkat keagamaan setiap insan menjadi lebih baik. Sebab,  semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk menciptakan dan menjaga kedamaian dan kerukunan antarsesama.  “Anggota FKUB juga telah melakukan kedekatan personal antartokoh agama sehingga muncul kedekatan kolegial emosional dan spiritual, serta mengedukasi persuasi di balik perbedaan.”

Bupati Wonosobo Eko Purnomo berkesempatan hadir  untuk membuka Musda bersama Ketua DPRD Afif Nurhidayat dan anggota Forkopimda. Bupati  menyampaikan, Musda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo merupakan  langkah positif. Mengingat pemeliharaan kerukunan umat beragama sangat penting dan terkait langsung dengan kerukunan nasional dan kesatuan bangsa. (ali/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -