Melihat Atraksi Dancing Fountain, Paduan Air Mancur dan Teknologi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Alunan musik yang menghentak tidak hanya membuat manusia bergoyang, air pun bisa bergoyang ketika mendengar alunan musik. Ya di Jateng Fair 2017 yang diselenggarakan di PRPP Semarang, mempertontonkan air mancur menari atau yang disebut Dancing Fountain, gemerlap lampu dan percikan air dipadukan sehingga membentuk pemandangan yang indah sehingga menjadi momentum yang ditungu oleh masyarakat seperti apa kisahnya?

Adennyar Wycaksono

Lampu disekitar kolam air mancur seketika padam, namun ratusan pengunjung yang ada sekitar kolam air mancur malah mendekat dan enggan untuk berpindah, ternyata padamnya lampu tersebut menjadi salah satu tanda pertunjukan air mancur menari akan segera dimulai. Tak berselang lama, sebuah lagu dengan irama ngebeat air mancur mulai menyala mengikuti irama lagu dan menyembur sesuai degan irama lagu. Efek cahaya dan lampu pun kian memperindah pertunjukan, sehingga membuat mata pengunjung terpana sampai melongo.

“Show dipukul 18.30 WIB, pertama kurang lebih selama 15 menit. Setelah itu, dilanjutkan setiap satu jam. Terakhir, pukul 22.30 WIB. Air mancur akan menari mengikuti irama lagu yang diputar,” kata Direktur Utama PRPP Semarang Titah Listyorini di Semarang, kemarin.

Perpaduan beberapa elemen yang dikemas secara apik, dengan ratusan nozzle air dan lampu led warna warni serta semburan air tertinggi mencapai 25 meter menjadikan pertunjukan air mancur tersebut menjadi seru terlebih perpaduan sinar laser show dan semburan api.

Tak berhenti disitu, pengunjung kembali dikejutkan dengan water screen, dimana air mancur akan menyembur tipis berbentuk kipas dan disorot proyektor sehingga menampilkan video di semburan air yang menampikan gerakan koreografi dua orang penari.  “Tarian air mancur berwarna-warni yang menghadirkan teknologi dan efek canggih sehingga menjadi pertunujukan yang ditunggu pengunjung. Efek water screen membuat cuplikan video yang dipantulkan seperti hologram,” tambahnya.

Imaniar, salah satu pengunjung mengaku penasaran dengan pertunjukan dancing fountain. Ia pun rela menempuh perjalanan jauh dari Kendal untuk melihat pertunjukan yang konon sangat indah tersebut. “ Datang kesini karena penasaran,dan katanya teman saya bagus banget. Ternyata memang bagus dan sangat indah,” tutur Imaniar kegum.

Selain Dancing Fountain, berbagai wahana dan pertunjukan lain juga bisa dinikmati, seperti lampion dan light garden yang menghadirkan cahaya lampu dalam berbagai bentuk, seperti taman bunga, panggung budaya, bunny park dan wahana andalan lainnya seperti biang lala raksasa. “ Panggung budaya yang menampilkan kesenian dari kabupaten/kota di Jateng setiap akhir pekan, kemudian panggung hiburan atau panggung utama yang diisi artis-artis dangdut Ibu Kota. Anak-anak juga bisa bermain di tamab kelinci, selain itu juga ada stand kuliner,” sambung Titah.

Titak menargetkan dalam sebulan pelaksanaan Jateng Fair 2017, sampai  pertengahan September bisa dikunjungi sebanyak satu juta pengunjung bisa tercapai hingga akhir gelaran Jateng Fair tahun ini, atau meningkat dibanding jumlah pengunjung even tahun lalu sebanyak 500 ribu orang.

Sementara itu, Yudi Prasetyo, Project Manager dari Taman Pelangi yang bekerja sama dengan PRPP mengatakan konsep Jateng Fair terus disempurnakan dari yang sebelumnya identik dengan pasar malam. Pada tahun ini Jateng Fair mengusung konsep Wonderfull Of Karimun Java yang lebih mengekplorasi keindahan dari Karmiun Jawa. “ Tingkat kunjungan rata-rata di Jateng Fair sudah sekitar 10 ribu orang/hari, dan pada titik-titik teramainya bisa mencapai 15 ribu orang dalam sehari,” tambahnya.

Beberapa penyanyi dangdut papan atas sudah tampil, seperti Via Vallen dan Nella Kharisma, kemudian Jumat (18/8) malam giliran NDX A.K.A dari Bantul, Yogyakarta, yang menjadi bintang tamu. Selain itu, juga ada artis dan band Ibu Kota sebut saja Pas Band, Last Child, Tipe X, Payung Teduh, Shaggy Dog dan penanyi regge asal Semarang, Tony Q. (dilengkapi oleh mg32/ap).

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -