Minim Ruang, Andalkan Oudetrap

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG- Gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama saat ini dalam proses penataan ulang dengan total anggran Rp 10 miliar. Rencananya, salah satu cagar budaya itu berfungsi sebagai pusat informasi parawisata, galeri pameran disamping untuk pentas seni teater.

“Pengerjaan sudah 2 bulan, ditargetkan proses revitalisasi gedung open teater Oudetrap bisa rampung akhir tahun ini,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kota Semarang, Kasturi.

Ia menjamin, setelah direvitalisasi, gedung open teater bisa diakses dan digunakan oleh siapa saja dan tidak dipungut biaya. Diharapkan, fasilitas itu bisa menjadi daya tarik“Terpenting seniman dan pegiat seni bisa terfasilitasi. Itu fokusnya,” katanya.

Terkait minimnya ruang seni, Ia mengatakan, pihaknya telah mendorong agar spot-spot yang sudah ada seperti balai desa dan ruang di universitas bisa dimanfaatkan secara optimal. “Daftar ruang publik sudah banyak, tinggal mengoptimalkannya yang belum. Sobokarti, gedung RRI, balai desa, dan ruang-ruang di universitas sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, Dewan Kesenian Semarang (Dekase) berharap revitalisasi gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama segera rampung. Sebab, kebutuhan akan ruang berkesenian di Kota Semarang dinilai sudah mendesak. Dengan demikian, pegiat seni bakal terfasilitasi serta pengembangan seni dan budaya dapat berjalan optimal.

Sejauh ini kegiatan seni masih terfokus di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Sementara itu, penggunaan ruang lain seperti Wisma Perdamaian (Wisper) dan beberapa titik di Kota Lama belum bisa optimal.

“Ada tiga titik yang sebenarnya bisa dimanfaatkan, yaitu TBRS, wisper dan Kota Lama. Sejauh ini penggunaan ruang seni masih fokus di TBRS mengingat titik lain seperti Wisper hanya bisa digunakan seminggu sekali saja,” kata Ketua Dekase, Handry TM.

Kendati demikian, TBRS pun kini dinilai sudah tidak layak lantaran beberapa fasilitas sudah tidak lagi representatif untuk latihan maupun pementasan. Selain itu, pengelolaan yang berbeda manajemen, tak jarang berbagai agenda kesenian sering bertabrakan dengan agenda lainnya.

“Gedung ki Narto Sabdo bisa dikatakan sudah tak lagi cocok dengan Ngesti Pandawa, tak jauh beda dengan ruang teater terbuka yang kurang ideal untuk pementasan teater,”katanya.

Ia berpendapat, dalam pengelolaan dan pengembangan seni dan budaya, Pemkot Semarang bisa meniru kebijakan Kabupaten Boyolali. “Jangan sampai kalah dengan Boyolali, di sana ruang seni cukup banyak dan perkembanganya lumayan bagus,” ungkpanya. (aaw/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -