Pelaku Utama Masih Diburu

Kasus Pembunuhan oleh Oknum Suporter

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG– Polres Temanggung, Selasa (22/8) kemarin, menggelar reka ulang kasus penganiayaan dengan tersangka oknum suporter PSS Sleman terhadap buruh petik cabai atas nama Nur Ananda, 25, warga Madyocondro, Secang, Kabupaten Magelang.

Reka ulang berlangsung di halaman Mapolres. Akibat penganiayaan yang terjadi di Jalan Temanggung-Magelang pada Minggu (23/7) lalu, korban tewas. Sebanyak 18 adegan diperankan oleh para saksi dan pelaku. Mulai adegan tersangka Hermawan Sugiyanto alias Plongoh dan Wahyu Adji Bayu asal Sleman, Yogyakarta, duduk disamping sopir bus hingga menganiaya korban.

Dua tersangka memukul korban hingga meninggal. Tersangka Hermawan memukul korban dengan paralon warna putih yang diberi paku. Sedangkan tersangka Wahyu Adji Bayu memukul dengan tangan kosong. Pemukulan terhadap korban setelah bus yang ditumpangi tersangka, terkena lemparan batu. Tersangka lantas turun bersama suporter lain, memburu pelaku pelemparan batu.

Dua pemuda yang tengah mengendarai Honda GL, tak luput dari amukan supporter. Keduanya berhasil kabur. Dua tersangka lantas jalan kaki mengiringi bus untuk mencari pelaku. Setelah melintasi jembatan di jalan raya Desa Pare Kranggan, tersangka melihat korban dengan topi doreng, berada di pintu masuk desa.

Tersangka Hermawan lantas memukulkan alat yang dibawanya ke tubuh korban. Sedangkan tersangka Wahyu Adji Bayu, ikut memukul korban dengan tangan kosong. Setelah itu, korban melarikan diri, masuk ke perkampungan. Sedangkan tersangka dan suporter lainnya kembali ke bus, melanjutkan perjalanan pulang ke Yogyakarta.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, dua tersangka yang berhasil dibekuk bukan pelaku utama pembunuhan. “Dari adegan reka ulang ini, peran dua tersangka bisa diketahui secara pasti.” AKBP Maesa melanjutkan, pihaknya masih memburu pelaku utama yang menyebabkan kematian korban. “Sudah komplet, mulai dari nama, alamat lengkapnya, ciri-ciri pelaku semua sudah kami kantongi. Tapi mungkin pelaku belum berani pulang.”

Selain pelaku utama, Polres juga masih berusaha mencari pelaku penganiayaan lainnya. Sebab, korban meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum suporter PSS Sleman, bernama BCS (Brigata Curva Sud). “Kemungkinan ada pelaku lain. Maka dari itu, kami terus mengembangkan kasus ini.” Maeas berjanji mengungkap kasus ini hingga tuntas. “Sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), akan kami kejar terus hingga tertangkap.”

Terpisah, Kepala Kejaksanaan Negeri (Kajari) Temanggung Fransisca Juwariyah mengatakan, kasus ini masih ditangani Polres. Kejari belum menerima berkas pembunuhan. “Nanti kalau sudah diserahkan ke kami, baru akan masuk P19.” (san/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -