Pembunuh Dosen Undip Dijerat Pasal Berlapis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG– Supardi, 22, seorang penjaga indekos, yang merupakan pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Nanik Trimulyani Arifin, 72, dosen tidak tetap Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (21/8) kemarin.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan primair Pasal 339 ke-1 KUHP dan subsidair Pasal 365 ayat 3 KUHP. Atas kasus itu korban (Nanik Trimulyani,red) mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta,” kata JPU Kejari Kota Semarang, Indah Laila.

Dalam dakwaanya, JPU mengatakan, kejadian terjadi pada Minggu (23/4/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu, Nanik yang baru tiba di rumah kosnya di Jalan Plampitan Nomor 58 Semarang, memergoki Suparman (tersangka lain, belum tertangkap) sedang mengacak-acak kamar korban, mencari barang berharga.

“Mengetahui kejadian itu, korban menghardik dan berusaha melawan Suparman. Namun tenaga Suparman lebih kuat, lalu mencekik korban hingga tewas,” sebut JPU.

Suparman kemudian meninggalkan jasad Nanik di kamar tersebut. Di luar kamar, dia bertemu Supardi. Dari Suparman, Supardi tahu bahwa Nanik sudah tak bernyawa. Keduanya panik. Mereka akhirnya menemukan kunci dan STNK mobil Honda Freed milik korban yang terparkir di RS Telogorejo Semarang, jenazah Nanik dimasukkan ke bagasi belakang, bagian tengah dimasukkan televisi dan barang-barang curian lainnya.

Jenazah lalu dibawa dan di buang di parit pinggir jalan di kawasan Banjarnegara. Jenazah korban yang juga berprofesi sebagai dokter itu baru ditemukan pada Sabtu (29/4/2017) dini hari.

Atas kasus tersebut, penyidik Polrestabes Semarang baru berhasil menangkap Supardi di tempat tinggalnya, di Desa Krangen Wetan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Jejak Supardi ditemukan setelah polisi berhasil melacak keberadaan mobil korban, sedangkan Suparman masih dalam pengejaran.

Menanggapi kasus itu, kuasa hukum terdakwa Supardi bin Sumarjo, Andi Dwi Oktavian tidak akan mengajukan nota keberatan. Namun demikian, pihaknya memastikan akan tetap mendampingi hak-hak dari terdakwa.

“Nanti dalam proses pemeriksaan saksi, kami akan terus mencari kebenaran materiil supaya tercapainya keadilan,” kata Andi yang juga Sekretaris PBH Peradi Semarang ini. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -