Bayarkan Klaim Rp 67,77 Miliar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Magelang telah membayar klaim sebesar Rp 67,77 miliar untuk 12.278 kasus hingga akhir Juli 2017. Nominal itu untuk mencairkan klaim empat program BPJS TK yang diikuti peserta.

Kepala BPJS TK Cabang Magelang, B. Gunawan Wibisono merinci, pembayaran klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 2,22 miliar untuk 804 kasus. Sedangkan Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp 63,16 miliar untuk 11.166 kasus. Sementara Jaminan Pensiun (JP) senilai Rp 230,19 juta untuk 277 kasus: Dan, 81 kasus klaim Jaminan Kematian (JKm) sekitar Rp 2,16 miliar. Hingga saat ini, tenaga kerja aktif yang telah menjadi peserta, sebanyak 75.818 jiwa.

“Kasus-kasus itu berada di wilayah kerja kami, di antaranya kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung,” kata Gunawan, kemarin.

Selama ini, pihaknya mengaku tidak ada kendala dalam proses klaim. Dengan satu syarat, sesuai prosedur dan merupakan peserta aktif dalam hal pembayaran iuran. “Klaim tidak bisa cair jika ada tunggakan iuran. Jika tunggakan itu sudah dipenuhi, klaim baru bisa dicairkan.”

Gunawan mengimbau kepada peserta—baik pekerja bukan penerima upah (BPU) maupun perusahaan yang mendaftarkan pekerjanya—untuk taat membayar iuran. Khusus bagi perusahaan, Gunawan meminta agar tidak melakukan tebang pilih dalam mendaftarkan pekerjanya. Kaitan dengan pembayaan iuran karyawan, perusahaan juga diminta tidak mencurangi.

“Kami juga berharap agar perusahaan menyampaikan persentase iuran sesuai ketentuan. Karena ada kasus, justru pekerjanya yang dipotong lebih banyak. Seharusnya pemberi kerjalah yang membayar lebih besar,” kata Gunawan didampingi Kabid Umum dan SDM BPJS TK Cabang Magelang, Slamet Taryono.

Masih menurut Gunawan, seperti program JHT, persentase iuran yang harus dibayarkan pemberi kerja sebesar 3,7 persen. Sedangkan 2 persennya dibayarkan oleh pekerja. Lalu, iuran program JP, pemberi kerja membayar 2 persen dan pekerja hanya 1 persen. (put/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -