Pencapaian SPM Pendidikan Belum Optimal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK– Pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan di Demak dinilai belum optimal.  Dari 34 indikator SPM, baru 27 indikator yang terpenuhi. Hal ini mengemuka dalam uji publik hasil road map PKP-SPM Dinas Pendidikan Kabupaten Demak di ruang Bina Praja, kemarin.

Melalui kegiatan uji publik ini, diharapkan ada solusi nyata untuk membahas segala masalah yang muncul di dunia pendidikan.  Utamanya dalam meminimalisir kesenjangan penyelenggaraan pendidikan.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, SPM merupakan salah satu tolah ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar. Dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 yang diubah dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013  disebutkan bahwa, penyelenggaraan pendidikan dasar sesuai SPM adalah kewenangan dan tanggung jawab Kabupaten/Kota.

Karena itu, kata dia, sudah seharusnya pemerintah wajib melakukan pengembangan kapasitas untuk mencapai SPM. “Untuk Demak sendiri pencapaian SPM ini memang belum optimal. Untuk memenuhi standar minimal saja belum bisa. Ibarat sepeda tidak ada ontelannya,” ujar bupati.

“Artinya, tidak ada anggaran yang disediakan secara cukup. Anggaran kita akui kurang. Meski demikian, untuk meningkatkan pembelajaran tidak harus dengan anggaran,” tandasnya. Menurutnya, untuk memperbaiki SPM ini, tentu harus dilakukan perbaikan manajemen di level sekolah, khususnya di sekolah swasta.

Kepala Dinas Pendidikan, Anjar Gunadi mengatakan, sebetulnya untuk membantu terselenggaranya pendidikan ini total anggaran pendidikan di Demak sudah menca[ai 36 persen. Sedangkan, khusus dari APBD Demak hanya sektar 6,9 persen. “Kalau total memang besar karena ada dana alokasi khusus (DAK) juga,” katanya. (hib/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -