PKB Ajukan Sembilan Kader

Di Penjaringan PDI Perjuangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Proses pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC PDI Perjuangan mencapai klimaksnya dini hari kemarin. Hal itu ditandai dengan bergabungnya DPC PKB untuk mengikuti proses penjaringan di partai berlambang banteng tersebut.

DPC PKB menyatakan akan membangun koalisi dengan PDI Perjuangan pada Pilkada 2018 mendatang. Sebagai langkah kongkret, secara kolektif pengurus DPC PKB mengambil sembilan formulir pendaftaran.

Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Suwarsa mengatakan, ada sembilan kader yang akan diajukan untuk dipinang PDI Perjuangan. Dua untuk calon bupati dan tujuh untuk calon wakil bupati. “Tapi itu masih tentatif. Masih akan kita godok. Siapa saja yang mencalonkan sebagai bupati siapa saja yang wakil,” kata Suwarsa.

Beberapa nama kader yang diajukan ke PDI Perjuangan antara lain Ketua DPC PKB Suwarsa, Wakil Ketua DPC Syukur Achadi, Yogyo Susaptoyono (anggota F-PKB, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang), Mahmud (anggota F-PKB), dan Edy Cahyono (mantan anggota DPR F-PKB yang kini menjadi seorang pengusaha). “Nama-nama lainnya menyusul,” kata Suwarsa.

Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang Syukur Achadi menjelaskan, pihaknya ingin membangun koalisi kelembagaan, bukan personal yang nanti akan mengsung calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2018.

“Ini bentuk konkret koalisi antara PKB dengan PDI Perjuangan di Kabupaten Magelang untuk menyejahterakan rakyat dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Syukur kepada awak media tadi malam setelah mengambil formulir pukul 23.30.

“Untuk nantinya, (calon) bupati atau wakilnya, kami serahkan ke DPP masing-masing partai karena syarat untuk mendaftar ke KPU adalah surat rekomendasi dari DPP.”

Ketua DPC PDI Perjuangan Saryan Adiyanto mengapresiasi langkah DPC PKB Kabupaten Magelang untuk berkoalisi dengan partainya. Saryan menyebut, keputusan ini sebagai langkah awal koalisi persaudaraan. Alasannya, sejak zaman dulu kaum nasionalis dan agamis memiliki sejarah panjang bersama-sama membangun bangsa.

“Kami ucapkan selamat datang di rumah besar kaum nasionalis. Kami sangat terbuka dengan siapapun yang memiliki satu visi NKRI,” kata Saryan menanggapi hasil proses pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang yang resmi ditutup semalam (22/8).

Bagi Saryan, ini menjadi langkah maju untuk membangun kebersamaan dalam Pilkada 2018. “Secara khusus, saya mengapresiasi keputusan teman-teman DPC PKB Kabupaten Magelang yang memutuskan untuk mengikuti proses penjaringan di DPC PDI Perjuangan. Ini momentum yang harus terus dijaga dan dibangun.”

Saryan mengatakan, proses penjaringan masih menunggu kelengkapan administrasi, maksimal akhir pekan ini (26/8). Kemudian, berkas akan dibawa ke DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk dilakukan penjaringan. Keputusan tetap akan diserahkan kepada DPP.

Saryan menegaskan, meski telah menutup proses pendaftaran di DPC PDI Perjuangan, tidak menutup kemungkinan partai lain untuk berkoalisi. Pihaknya akan terus membangun komunikasi lintas partai demi mewujudkan satu misi bersama: membangun Kabupaten Magelang lebih baik.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Grengseng Pamudji menambahkan, sudah ada 15 orang yang mengambil formulir pendaftaran di DPC PDI Perjuangan. Mulai dari politisi, dosen, mantan aktor, dan kepala desa.

Bahkan, sudah ada yang mengembalikan formulir pendaftaran. Di antaranya, Bupati Magelang Zaenal Arifin (petahana), dosen Untid Kuswan Hadji, dan Clift Sangra (mantan actor era 1980-an). Panitia segera melakukan pengecekan kelengkapan administrasi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono membenarkan partainya merapat ke PDI Perjuangan untuk berkoalisi pada Pilkada 2018. Alumnus Fakultas Sastra (sekarang FIB) Undip itu juga membenarkan dirinya mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati. “Tentu untuk proses selanjutnya, kita serahkan ke mekanisme yang ada. Karena pada akhirnya yang menentukan adalah DPP,” kata pria yang pernah menjadi jurnalis itu. (vie/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -