Tari Jawa Jadikan Halus Budi Pekerti

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HOBI menari sejak TK, membuat Dinda Amalia Gumay semakin piawai menarikan apa saja, terutama tarian Jawa. Padahal, siswi SMA 3 Semarang, tidak secara khusus mengasah bakatnya lewat les privat, tapi secara otodidak dan latihan dari guru sekolah. “Saya memang suka menari sejak kecil. Jadi gerakannya suka mengalir saja, mengikutin iringan musik,” kata gadis asli Temanggung ini.

Gadis yang akrab disapa Gumay ini mengungkapkan dari hobi menari, telah mengukir beragam prestasi. Di antaranya menyabet juara 3 lomba tari tradisional tingkat SMP se-Kabupaten Temanggung tahun 2014. Juara 2 lomba tari tradisional se-Kabupaten Temanggung 2014. Menjadi peserta parade tari tradisional dalam Festival Budaya se-Jawa Tengah tahun 2014. Juara 3 lomba tari tradisional dalam Porsimaptar se-Jawa Bali.

“Selain prestasi lomba, saya mengisi beragam acara, baik di sekolah maupun acara yang bekerjasama dengan pihak luar sekolah,” ujar gadis kelahiran Temanggung, 29 November 1999 silam ini.

Meski telah terbiasa menari, Gumay mengaku kesulitan menghafal gerakan tari yang sulit dalam waktu cepat. “Hambatan ketika belajar tari tanpa pelatih, saat gerakan tarian sulit, hanya diberi waktu 2 hari harus hafal dan lancar,” tutur anak ke dua dari 3 bersaudara ini.

Menurutnya, dengan menekuni tari tradisional Jawa, berarti turut melestarikan budaya Jawa agar tidak ditelan zaman yang semakin modern. Selain itu, gending-gending tarian tradisional atau lagu pengiring tari tradisional itu sangat indah dan nyaman didengar maupun dirasakan. “Kalau mau menghayati, bosan dan lelah akan hilang dengan sendirinya. Selain itu, bisa tertanam budi pekerti yang halus,” kata putri pasangan Imron Amrozi  dan Binti Tsaniyah ini. (mg34/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -