Per Hari, 20 Pasutri Bercerai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG–Pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Magelang yang bercerai, setiap hari rata-rata 20 pasangan. Sebagian besar gugat cerai. Tepatnya, istri menggugat cerai suami karena masalah ekonomi keluarga.

“Berdasarkan data yang ada, kebanyakan mengajukan cerai karena dilatarbelakangi masalah ekonomi, tidak memberi nafkah lebih dari 6 bulan dan ketidakharmonisan,” kata Wakil Ketua Pengadilan Agama Magelang, Muhlisoh, Kamis (24/8) kemarin.

Dikatakan, hingga Juli, angka perceraian yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Magelang mencapai 170 perkara. Jumlah ini dipastikan akan bertambah. Sebab, perkara yang masuk pada Agustus ini, masih belum terdata.

Muhlisoh menyampaikan, setiap tahunnya, perkara cerai yang masuk 300-400. “Jika dibandingkan dengan daerah tetangga Kabupaten Magelang, di sana dalam setahun bisa ribuan. Kita ini wilayahnya hanya meliputi tiga kecamatan saja,” jelas Muhlisoh.

Rincian perkara cerai yang tercatat di Pengadilan Agama, beber Muhlisoh, pada Januari (34 kasus), Februari (21), Maret (23), April (25), Mei (27), Juni (8) dan Juli (32). “Pendataan baru sampai Juli, karena Agustus masih berlangsung.”

Sementara itu, Panitera Muda (Panmud) Perdata Pengadilan Negeri Magelang, Jaka Purwanto, mengatakan, kasus perdata perceraian warga nonmuslim yang terjadi di Kota Magelang juga tergolong tinggi. Dari 25 jumlah kasus perdata yang ditangani Pengadilan Negeri (PN) Magelang, lanjut Jaka, selama satu semester terakhir ada sekitar 20 kasus perceraian. “Dari 25 kasus perdata, 80 persen di antaranya kasus perceraian yang mendominasi.” Jaka memastikan, kasus perceraian warga nonmuslim lebih sedikit dibandingkan dengan kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kota Magelang. (cr3/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -