Salurkan 600 Bantuan Kaki-Tangan Palsu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Puluhan penyandang tuna daksa di Kota Semarang dan sekitarnya mengikuti pengukuran pembuatan kaki palsu di Gereja Yesus Kristus Semarang, Jalan Ahmad Yani Semarang, Kamis (24/8). Bantuan tangan dan kaki palsu ini merupakan kerjasama Gereja Yesus Kristus Semarang dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta.

Staf Administrasi Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta, Muhammad Said, mengatakan, peserta cukup melampirkan surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan bantuan tangan maupun kaki palsu. “Ini baru tahapan pengukuran kaki dan tangan palsu atau alat bantu penyandang tuna daksa atau yang terkena polio. Dan ini digratiskan bagi masyarakat kurang mampu,” katanya

Dikatakan, saat ini harga tangan dan kaki palsu di pasaran cukup mahal. Kaki palsu untuk dibawah lutut misalnya mencapai Rp 7 juta. Sementara untuk ukuran diatas lutut bisa mencapai Rp 12 juta. “Untuk pemasangan sendiri dilakukan 2 bulan setelah pengukuran, cukup lama sebab proses pembuatan dikerjakan di Jakarta,” ujarnya.

Said menambahkan, bantuan tangan dan kaki palsu yang juga difasilitasi Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Kota Semarang ini  sudah berjalan empat kali di Kota Atlas. “Ini kali keempat dimana sudah ada 600 bantuan yang sudah disalurkan. Sebelumnya dilakukan di Rumah Sakit Sultan Agung,” tuturnya.

Salah satu penyandang tuna daksa, Jaiz mengaku terbantu sekaligus mengrapresiasi pemberian alat bantu itu. “Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan seperti ini, ini sangat membantu saya,” kata pria asal Buyaran, Kabupaten Demak itu.

Demi kaki kanannya yang diamputasi lantaran kecelakaan yang dialami tahun 1993 lalu, Jaiz mengaku sering mencari informasi terkait penyelenggaran bantuan kaki palsu gratis. Selain harga mahal, kaki palsu juga harus rutin diganti karena rusak. “Awet tidaknya tergantung pemakaian, kalau ini kaki palsu ke-5 saya. Tahun 1993 pernah beli seharga Rp 1,7 juta, kalau sekarang pasti berlipat jauh. Jadi, ini sangat membantu,” pungkasnya. (aaw/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -