Banyak Produk Tembakau Tanpa Cukai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng terus melakukan pengawasan cukai bodong terhadap produk hasil tembakau di wilayahnya. Upaya itu dilakuan untuk menekan kebocoran pendapatan negara lewat cukai.

Pengawasan itu dilakukan lewat inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional dan pedagang tembakau. Kepala Bidang Standarisasi Perlindungan Konsumen Dinperindag Jateng, Mukti Sarjono menerangkan, dari hasil sidak di Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu, ada sejumlah pedagang tembakau untuk rokok yang tidak dilampiri cukai. “Warung tembakau sangat strategis menjual tembakau kiloan tanpa disertai label wajib cukai. Padahal, cukai itu wajib untuk semua produk tembakau,” terangnya.

Ditambahkan, aturan cukai itu sudah diatur lewat  UU Nomor 39 Tahun 2010 tentang Wajib Cukai pada Hasil Tembakau. Dalam UU itu, pelanggar dapat dikenai sanksi pidana 5 tahun penjara. “Tapi kami hanya melakukan pengawasan saja. Yang berhak menindak adalah aparat penegak hukum,” tegasnya.

Kepala Dinperindag Jateng, Arif Sambodo menambahkan, cukai memang sudah menjadi hal wajib untuk produk-produk tertentu. Biasanya produk yang hanya dijual di kalangan terbatas. “Seperti produk olahan tembakau, minuman yang mengandung alkohol, dan produk konsumsi lain yang dipercaya bisa berdampak buruk bagi konsumennya,” terangnya.

Meski begitu, hingga saat ini, dia belum merekap data mengenai jumlah produk dan pedagang yang ketahuan menjual produk tanpa cukai. “Kami masih terus melakukan pengawasan, belum ada data dari seluruh kabupaten/kota di Jateng,” bebernya. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -