Mediasi Ahli Waris Kadilangu Berjalan Alot

Sudah 5 Tahun, Konflik Kedua Kubu Berlanjut

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Proses mediasi ahli waris Sunan Kalijaga Kadilangu antara kubu lembaga adat Kadilangu (LAK) dengan pihak kubu Kasepuhan yang dilakukan Polres Demak kemarin berlangsung alot. Kedua kubu masih belum bisa akur. Akibatnya, penjamasan pusaka Sunan Kalijaga saat puncak Grebeg Besar pada 10 Dzulhijjah mendatang, tetap akan dilakukan dua kali.

Meski demikian, hingga Jumat (25/8) kemarin, persoalan pembatasan waktu penjamasan antara kubu satu dengan kubu lainnya masih belum ada titik temu. Apalagi, saat puncak acara itu, bertepatan dengan hari Jumat (1/9).

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan menyampaikan bahwa kedua kubu dikumpulkan agar ada solusi terkait prosesi penjamasan ini. “Ini masalah sudah lama, tapi belum ada titik temu. Namun, kita kedepankan kepentingan umum untuk menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.

Menurutnya, bila nantinya masih ada langkah yang tidak sesuai aturan, akan tetap dilakukan tindakan tegas. Waktu penjamasan yang sangat pendek diperlukan pengaturan sehingga tidak menimbulkan kerawanan.

Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Agung Udayana menambahkan, pihaknya prihatin karena selama 5 tahun terakhir ini konflik kedua kubu belum juga berakhir. Pemkab Demak juga belum bisa menyelesaikan masalah tersebut. “Munculnya perpecahan ini, mestinya dicari mengapa itu bisa terjadi. Akar masalahnya dimana harus dicari,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Rudi Santoso mengatakan bahwa Pemkab sudah berkali-kali mengusahakan perdamaian dua kubu, namun tidak ada titik temu. “Jadi, Pemkab tidak berpihak ke kelompok manapun. Bila tidak bersatu, maka penjamasan dilakukan dua kelompok seperti tahun lalu,” ujarnya.

R Krisnaidi dari kubu LAK mengatakan, penjamasan tidak bisa dipastikan kapan selesainya. Sebab, banyak kendala yang dihadapi terkait penutupan kotak pusaka. “Kami minta semua yang berkompeten, bisa menyaksikan sebelum pra penjamasan, siapa yang bisa membuka kotak pusaka,” kata dia.

Menurutnya, kasepuhan tidak pernah mengikuti acara seperti buka makam. R Sujono dari kubu Kasepuhan menjawab, tidak perlu ada perdebatan. “Kami siap menerima untuk penjamasan gelombang kedua,” ujarnya. (hib/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -