Napi Bleder Diajari Berternak Udang Vaname

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL—Para Narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bleder, Kecamatan Patebon, Kendal diberikan pelatihan ketrampilan agribisnis. Para warga binaan ini, diajari cara beternak, berkebun dan bertani.

Direktur Pembinaan Napi dan Latihan Kerja dan Produksi Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenukumham, Harun Sulianto mengatakan bahwa yang terbaru, dari pengembangan agribisnis di Lapas Bleder yakni napi dilatih membudidayakan udang vaname. Pembudidayaan udang putih tersebut dilakukan bekerjasama dengan Yayasan Inisatif Indonesia Biru Lestari (YIIBI).

“Jadi Lapas Bleder hanya menyediakan tempat dan tenaga, yakni napi yang akan membudidayakan. Sedangkan bibit, pakan dan segala kebutuhan tambak akan dipenuhi oleh YIIBI,” katanya, Jumat (25/8) kemarin.

Tujuan pelatihan budidaya dimaksudkan supaya para napi saat bebas dari hukuman atau keluar penjara, memiliki keahlian dalam budidaya udang. “Ini proses transfer pengetahuan, sehingga para napi bisa menyerap ilmu dari Lapas. Begitu mereka keluar, tidak lagi berbuat kriminal. Karena sudah bisa melakukan usaha atau bekerja dengan keterampilan yang mereka miliki,” jelasnya.

Luas lahan yang digunakan budidaya udang vaname lebih kurang seluas lima hektare. Ada 16 napi yang akan mengelola tambak udang vaname. “Napi yang sudah menjalani pemidanaan 50 persen, bisa dikirim kesini untuk menjalani proses asimilasi dengan dibekali keterampilan,” tuturnya.

Setiap lapas, menurutnya, memiliki keunggulan masing-masing. Seperti Lapas Surabaya mengekspor produk mebel ke Eropa, Lapas Banyuwangi mengekspor ke Korea dan Jepang berupa alat makan dari kayu (sumpit), piring, hingga gelas. Lapas Pontianak mengekspor tikar dari kayu dan rotan ke Malaysia. Beberapa lapas di Jateng juga mengekspor bola dan tas.

Direktur Eksekutif YIIBI, Wahyu Hidayat menyatakan bahwa pihaknya ingin memberikan keahlian kepada narapidana yang hendak bebas. Sehingga warga binaan terampil dan mempunyai kemampuan dalam budidaya udang. “Kami sejak 2014 sudah menjalin kerja sama dengan Kemenkumham melalui program napi berkebun. Kami berencana memberikan sertifikat kepada warga binaan sesuai bidang keahlian masing-masing,” tandasnya.

Selain budidaya udang vaname, yang sudah dikembangkan di lapas bleder yakni peternakan sapi perah dan ayam petelur. Selain berkebun buah jambu, apel, bertani terong, jagung, kedelai dan sebagainya. “Ada juga peternakan ikan lele, gurami dan sebagianya,” tambahnya. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -