Pengelolaan Sampah Terkendala Sarana

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN–Pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Semarang masih terkendala sarana dan prasarana. Hal itu dikatakan oleh Bupati Semarang Mundjirin, usai penandatanganan kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Gedung Dharma Satya Ungaran, Jumat (25/8) kemarin.

Dijelaskan Mundjirin, saat ini Pemkab Semarang masih belum bisa menyediakan truk pengangkut sampah yang baik karena terkendala dana. Selain itu, dihadapkan rencana pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Blondo Bawen. “Kami masih kesulitan dana untuk membeli truk sampah yang memadai,” katanya.

Pemindahan TPA Blondo, lanjutnya, memang sangat mendesak. Mengingat lokasi TPA Blondo sudah tidak bisa menampung jumlah sampah yang ada di Kabupaten Semarang. Sehingga perlu membangun TPA baru. Secara tidak langsung, hal tersebut menghambat langkah Pemkab Semarang untuk pengadaan armada truk pengangkut sampah. “TPA Blondo sudah semakin penuh sampah,” katanya.

Menurut Mundjirin, tingginya volume sampah di TPA Blondo juga disebabkan keberadaan pabrik di Kabupaten Semarang. Pabrik menjadi penyumbang sampah terbesar. “Diharapkan ada retribusi sampah dari dunia industri sehingga akan didapat dana yang cukup untuk pengelolaan sampah,” ujarnya.

Untuk mengefektifkan pemungutan retribusi sampah untuk kelompok rumah tangga, DLH menggandeng PDAM Kabupaten Semarang. Mundjirin mengimbau partisipasi dari warga, perusahaan dan instansi lainnya dalam pengelolaan sampah di Bumi Serasi. “Retribusi sampah yang dikenakan nantinya akan dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah yang akan dirasakan juga oleh para pembayar,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -