Bikin Doraemon dari Karung Bekas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID–Semarak karnaval Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang begitu terasa, Minggu (27/8) kemarin. Peserta membawa berbagai properti pendukung serta mengenakan kostum unik yang memukau penonton.

Peserta dari Dusun Sukorame, misalnya. Mereka menghadirkan karakter lucu dan menggemaskan dengan konsep dunia anak. Beberapa tokoh kartun film animasi favorit anak-anak ditampilkan. Seperti angry birds, doraemon, minion, dan burung.

Kostum-kostum itu karya pemuda setempat. Bahannya memanfaatkan limbah karung plastik beras. “Kami kumpulkan bagor (karung plastik rol, Red) dari masyarakat, kemudian kami buat kerangkanya. Selanjutnya, bagor-bagor itu kita tempelkan, kemudian kami cat sesuai dengan warna yang diinginkan,” kata Muhammad Heriyanto, 22, di sela mengikuti karnaval, kemarin.

Penampil dari Dusun Karanganyar, juga tidak kalah menarik. Peserta terakhir ini menonjolkan kostum ala karnaval. Tak heran, peserta dibuat kerepotan oleh penonton yang ingin berfoto bersama. Kendati demikian, tetap dilayani dengan sabar, sembari menahan berat kostum yang mencapai delapan kilogram lebih itu. “Sini kalau mau foto lagi, nggak apa-apa,” kata Erick, mengajak dengan ramah.

Salah satu koordinator peserta dari Dusun Karanganyar, Irwan Krisnanto menjelaskan, kostum terbuat dari limbah. Ia merancang kostum dengan kobaran api yang terbuat dari plastik mi instan berwarna merah dan kuning. Sedangkan kostum kupu-kupu memanfaatkan kantong plastik warna-warni.

“Untuk kostum api, kita juga menggunakan plastik aluminum foil yang tidak laku jual. Kami ingin memasyarakatkan bahwa kita bisa menggunakan kembali sampah plastik menjadi sesutu yang indah.”

Kepala Desa Banyubiru, Wintoro, menyampaikan, kegiatan karnaval merupakan puncak Festival Banyubiru dan Kirab Budaya 2017. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diprogramkan desa untuk memeriahkan HUT ke-72 RI. Sekaligus, meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Bukit Gununggono.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin lihat keunggulan masing-masing dusun sebagai langkah awal mengintegrasikan potensi-potensi di setiap dusun. Apalagi, desa ini sudah dikukuhkan menjadi Desa Wisata Banyubiru.” (put/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -