Kerap Digoda Customer

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENJADI seorang marketing produk otomotif harus tahan godaan. Apalagi bagi mereka yang memiliki wajah menarik. Sebab, tak jarang wajah cantik menjadi pemicu godaan calon customer. Seperti yang dialami Riska Novita, marketing Suzuki Mobil Pemuda, Semarang.

Ia mengaku kerap digoda customer-nya. Bahkan, tak jarang sampai diajak kencan.

“Kalau digoda pasti, bahkan ada yang ngajak ketemuan di luar diler. Tapi ya saya cuekin, karena saya profesional dalam bekerja,” ujar wanita kelahiran Banjar Baru, Kalimantan Selatan, 14 November 1988 ini.

Riska – sapaan akrabnya mengaku, jika ia hanya melayani customer yang datang di diler. Ia enggan jika diajak bertemu di luar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Alhamdulillah kalau bekerja di jalan Allah semuanya jadi barokah, jadi ngelayanin pembeli hanya di diler saja,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bagi Riska, dunia marketing bukan profesi baru bagi dirinya. Sebelumnya, wanita cantik ini menjadi marketing di salah satu bank swasta di Semarang. Ia banting setir menjadi marketing produk otomotif lantaran ingin menjajal pengalaman baru.

Menurut Riska, menjadi marketing bank dan marketing mobil memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Salah satunya adalah selalu bertemu customer baru setiap harinya untuk pekerjaan di dunia otomotif.

“Kalau di bank lebih terencana, seperti ngurusi deposito, pemeliharaan data dan mencari nasabah. Namun di dunia otomotif lebih menantang dan banyak pengalaman,” tambah alumnus Universitas Negeri Semarang (UNNES)  jurusan Sosiologi 2010 ini.

Merantau sekitar 10 tahun di Semarang, ia mengaku sangat betah. Konsekuensinya adalah jauh dari keluarganya yang ada di Banjar Baru. Meski terpisahkan antar pulau, ia enggan menjajal dunia marketing di sana.

“Kalau ke sana harus babat alas lagi, mending di sini, namun setiap tiga bulan sekali pulang mudik. Apalagi saya saat kuliah sudah biasa hidup merantau,” tutup penyuka makanan pedas ini. (den/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -