Air dari Tuk Drajat, Tanah dari Gunung Tidar

Melongok Persiapan Pembangunan Monumen MTA

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Pemkot Magelang menentukan sumber mata air (tuk) Drajat, di Kampung Tulung, Kelurahan Magelang, sebagai tempat pengambilan air untuk bahan pembuatan Monumen Tanah Air (MTA). Sedangkan tanahnya diambil dari gunung Tidar.

MTA akan dibangun bertepatan pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017 di Kota Magelang, 7-9 September mendatang. “Keputusan ini sudah melalui pembahasan,” kata Wali Kota Sigit Widyonindito di Alun-Alun Kota Magelang, kemarin. Sigit meninjau kondisi Alun-Alun pasca pelaksanaan karnaval pembangunan Sabtu (26/8) lalu, sekaligus mengecek kesiapan tempat pelaksanaan Haornas.

Sigit mengungkapkan, sumber mata air itu kerap dikunjungi warga yang mencari berkah. Serta memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Kota Magelang. “Air dari tuk juga diyakini punya khasiat.”

Pemkot juga akan mengambil tanah dari gunung Tidar. Dua bahan itu akan dicampur dengan air dan tanah dari 90 kota/kabupaten di Indonesia yang dibawa oleh ribuan peserta Gowes Pesona Nusantara (GPN). Saat ini letak pembangunan MTA masih intens dibahas.

“Rencana lain, akan dibuat juga monumen GPN di lokasi yang sama,” kata Sigit didampingi wakilnya, Windarti Agustina, Sekda Sugiharto, para asisten dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Setelah meninjau kesiapan kawasan Alun-Alun, Wali Kota Sigit dan rombongan bergeser ke Jalan Pemuda (Pecinan). Dia berbincang dengan beberapa penjaga toko, maupun pemiliknya untuk bersama menyukseskan Haornas. Ditunjuknya Kota Magelang sebagai tuan rumah, merupakan sebuah kehormatan. Apalagi, kata dia, Presiden RI Joko Widodo akan datang ke Kota Gethuk.

“Kita harus merangkul semua komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Magelang dan mengajak mereka untuk menyukseskan Haornas.”

Ketua Panitia Haornas 2017, Sumartono, mengaku hingga kini masih terus melakukan persiapan Haornas. Ia juga lebih intensif mengecek beberapa kesiapan tempat untuk meminimalisasi kekurangan. “Kami persiapkan pusat kuliner Tuin van Java (TVJ) agar lebih bersih, rapi, dan membuat nyaman para tamu.” (put/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -