Desa Luwung Gelar Karnaval Setahun Dua Kali

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG–Tertantang ingin memberikan hiburan menarik, warga Desa Luwung Kecamatan Banyuputih menggelar karnaval rutin dalam setahun dua kali. Yakni, saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) dan saat momen tertentu.

Sedangkan karnaval tahun 2017 ini, sangat meriah. Segenap kreativitas warga, dikeluarkan. Bahkan tak kalah dengan kemeriahan karnaval desa tetangga di Desa Banyuputih maupun Desa Limpung. “Di desa kami, hanya soal ketenaran nama saja yang membedakan dengan desa tetangga. Namun yang hebat di Desa Luwung, sanggup menggelar karnaval dua kali dalam setahun,” kata Kepala Desa Luwung, Budi Susilo di sela–sela acara karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72, Minggu sore (27/8) kemarin.

Diakuinya, karnaval setahun 2 kali memang membutuhkan dana yang lumayan besar. Namun semua itu dikumpulklan secara bertahap dari setiap RT yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini karena desa  memiliki tiga dukuh dengan 14 RT. “Dalam karnaval, setiap RT mengeluarkan tidak hanya satu regu, bisa lebih,” katanya.

Kekuatan utama masyarakat Desa Luwung adalah keberanian dan kekompakan dalam setiap grup yang tampil. Tahun 2017 ini, tema yang diusung adalah budaya Indonesia dan pelestarian lingkungan, selain itu didominasi nuansa merah putih. “Budaya dan adat di Indonesia terasa kental. Berpadu dengan cerita wayang Mahabharata yang digambarkan dengan pertanian, kejayaan Majapahit dan Pandawa sebagai lambang kearifan lokal. Selain itu, batik juga mendapatkan tempat tersendiri sebagai warisan bangsa yang adi luhung,” tuturnya.

Kades Luwung menambahkan, selain penampilan warganya, didatangkan juga grup drumband dan tong prek yang disewa dari luar daerah, yang jumlahnya mencapai 35 grup. “Semua warga mulai anak-anak sampai lansia, ikut berpartisipasi dalam karnaval. Selain itu, kami juga nanggap hiburan wayang golek dan Ledhek Banyumasan,” kata Budi Susilo.

Jumlah peserta yang sedemikian banyak membuat panitia menutup total jalan penghubung Banyuputih-Limpung selama berlangsungnya karnaval. Ternyata, pengunjung dari luar daerah cukup banyak. (han/sct/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -