Elpiji 3 Kg Langka

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA -Dalam beberapa hari ini, masyarakat Salatiga kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. Warga terpaksa antre untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Bahkan tidak sedikit yang menitipkan tabung di pengecer agar mendapatkan jatah.

“Gas 3 kg masih susah didapat. Saya sudah keliling ke warung-warung, namun habis,” kata Yati, 37, warga Tegalrejo, Senin (28/8).

Yati mengatakan, berdasarkan informasi dari sejumlah pengecer, gas elpiji 3 kg langka karena adanya pengurangan kuota sehingga pasokan ke pengecer tersendat. “Saya berharap, pemerintah segera mengatasi kelangkaan gas 3 kg. Jika kelangkaan berlangsung lama, maka masyarakat kebingungan untuk memasak,” imbuhnya.

Salah seorang pengecer gas Utami, 55, warga Sidorejo, Salatiga mengaku sudah beberapa hari ini gas 3 kg langka. Toh kalau ada, jumlahnya sangat terbatas. “Karena kesulitan mendapatkan gas, saya terpaksa membeli dari pengecer juga. Saya belinya sudah Rp 17.500 dan jualnya Rp 19.000,” katanya.

Pengecer gas elpiji 3 kg di daerah Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kris, 58, mengatakan, kelangkaan gas elpiji terjadi lantaran pasokan dari pangkalan ke pengecer tersendat. “Biasanya, dalam satu minggu mendapat pasokan sebanyak satu kali. Namun sudah lebih dari satu minggu saya belum mendapat pasokan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin menyatakan, kelangkaan gas elpiji 3 kg selama beberapa hari belakangan disebabkan adanya pengurangan alokasi untuk Salatiga. Sehingga stok yang ada cepat habis dan masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji tabung melon itu.

“Informasi yang kami terima dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), ada pengurangan alokasi gas 3 kg sampai 10 persen ke seluruh kabupaten dan kota, termasuk Salatiga. Pengurangan itu dilakukan karena subsidi elpiji dianggap salah sasaran,” ujar Muthoin, kemarin.

Muthoin akan meminta informasi kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah mengenai kebenaran adanya pengurangan kuota gas elpiji 3 kg hingga 10 persen ke semua daerah. (sas/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -