Kriya Tulang Daun Pikat Mahasiswa Asing

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sebanyak 10 mahasiswa asing belajar membuat biodiesel dan kriya tulang daun dalam program Internasional Community Engangement (ICE) 2017. Mereka berasal dari Kasetsart University Thailand dan Universiti Teknologi MARA Malaysia.

Kepala International Office Universitas Negeri Semarang (Unnes) Intan Permata Hapsari mengatakan, para mahasiswa asing yang ikut program ICE ini adalah sebuah kegiatan yang dituangkan UNNES atas hibah bantuan Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) 2017 yang dimenangi Universitas Konservasi itu. “Biodiesel dan kriya tulang daun dipilih untuk bahan pembelajaran bagi mahasiswa perguruan tinggi asing mitra karena termasuk hasil penelitian peneliti Unnes yang telah berhasil dipatenkan,” katanya kemarin.

Ia menerangkan penelitian dipimpin oleh Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas dari Fakultas Teknik biodiesel sementara kriya tulang daun ditangani oleh Prof Amin Retnoningsih dari Jurusan Biologi FMIPA Unnes. Sebelumnya mahasiswa asing ini diajak ke perkebunan karet di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang, mereka diminta untuk mencari biji karet yang kemudian diteliti dan diajari cara mengolahnya jadi minyak biodiesel.

“Sementara untuk kriya tulang daun, mahasiswa diajari mengolah hingga mewarnai tulang daun, kemudian dibuat kreasi menjadi berbagai produk, seperti lukisan, gantungan kunci, dan bunga hiasan meja,” bebernya.

Selain belajar secara langsung pembuatan biodiesel dan kriya tulang daun, para mahasiswa juga diajak melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, yakni memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa berwirausaha dengan mengolah biji karet atau membuat kreasi kriya dari daun.

“Program ini memiliki konsep Journey to Biodiesel and Skeleton Leaf Arts, sebagai sarana memperukat reputasi program dari Studi Teknik Kimia FT dan Biologi FMIPA Unnes yang sudah dipatenkan,” tambah Staf Ahli Rektor Unnes Bidang Kerja Sama dan Internasionalisasi, Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas.

Terpisah  Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman mengatakan kegiatan ICE merupakan bagian dari internasionalisasi UNNES agar semakin dikenal luas tidak hanya di kancah lokal, tetapi juga internasional sebagai langkah meningkatkan reputasi di kancah global sebagai perguruan tinggi terakreditasi A. (den/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -