Makam Diuruk, Warga Marah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Ratusan warga di empat RW Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat kemarin menghentikan beghu yang digunakan untuk meratakan tanah pemakaman Tawang Ngaglik. Kempat RW tersebut meliputi RW 1, 4, 5 dan 6. Warga mendatangi lokasi dan menghentikan beghu tersebut. Pasalnya ketika meratakan tanah makam tidak ada sosialisasi dengan warga. Akibatnya membuat warga terutama ahli waris menjadi marah.

Salah seorang warga, Sumpeno mengaku kecewa dengan pengurukan tersebut. Sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada warga. “Kalau sebelumnya warga diberi tahu maka kejadiannya tidak seperti ini. Tetapi karena tidak ada pemberitahuan maka warga menjadi marah,” katanya.

Sebelumnya warga disuruh untuk memberikan tetenger di masing-masing nisan berupa pemasangan nama dari kardus atau kayu untuk dipasang di makam. Namun ternyata petugas yang menjalankan beghu tidak melepas nisan tetapi langsung diratakan. Melihat hal itu, warga langsung mendatangi tempat tersebut sehingga dipertemukan oleh Lurah Tawang Mas dengan petugas beghu di Balai Kelurahan.

Lurah Tawang Mas, Yoga Utoyo mengatakan sebelumnya tanah di pemakaman itu sering terendam rob sehingga ketika akan mengubur jenazah, harus diletakkan diatas air rob. “Jadi makam ini ketika digali mengeluarkan air sehingga tidak tega ketika jenazah diturunkan ke dalam liang kubur, karena banyak air yang tergenang,” katanya.

Sehingga pihaknya menghubungi Pemkot Semarang untuk dilakukan peninggian makam, dan sebelum dilakukan peninggian makam, warga sudah diajak untuk berdialog dan mencari jalan keluar. Namun warga yang mengikuti rapat tersebut tidak menyampaikan ke warga lain, akibatnya banyak yang tidak tahu.

“Warga yang diajak rapat itu tidak menyampaikan kepada warga lainnya sehingga warga tidak tahu. Tetapi sebenarnya warga itu setuju dengan peninggian makam. Tetapi karena dianggap tidak ada sosialisasi maka menjadi kecewa,” ungkapnya.

Sementara dari hasil pertemuan antara warga, Lurah dan Babinkantibmas Kelurahan Tawang Mas, disepakati pekerjaan pengurukan makam dapat dilanjutkan dengan catatan petugas beghu dapat menunjukkan lokasi makam dari ahli waris warga. (hid/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -