Tolak FDS, Siswa dan Guru Turun Jalan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG-Ribuan siswa dan guru sekolah di Kabupaten Batang turun ke jalan menolak kebijakan Full Day School (FDS) yang diberlakukan oleh pemerintah. Mereka bergabung dengan ribuan warga Nahdliyin (Nahdlatul Ulama) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, di depan Kantor Bupati Batang, Senin (28/8) kemarin.

Aksi turun jalan yang diberi nama Rapat Akbar ini menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait dengan diberlakukannya peraturan FDS atau lima hari sekolah. Pada aksi tersebut, massa membawa beberapa poster yag bertuliskan Madin Yes FDS No, Tolak Full Day School, Hapus Kebijakan Mendikbud, Pak Jokowi Dengan Tetap Menolak FDS dan berbagai poster lainnya.

Siswa yang ikut aksi, Haniyah mengatakan bahwa FDS tidak tepat diberlakukan untuk sekolah di Indonesia, karena mengurangi pendidikan keagamaan anak usia sekolah juga waktu istirahat. “FDS tidak tepat bagi kami,” katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa dirinya mendukung tuntutan masyarakat menolak kebijakan diberlakukannya Full Day School. “Saya mewakili Pemkab Batang, menerima aspirasi masyarakat. Terkait menolak FDS, nanti akan kami buat rekomendasi untuk dikirim ke pemerintah pusat agar FDS dibatalkan,” katanya.

Sementara itu Ketua PC NU Kabupaten Batang Taufiq mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan demo, tapi Rapat Akbar yang digelar saat jam sekolah. Sehingga siswa dan guru, ikut dalam aksi bersama. “Kami menyertakan siswa dan guru, karena mereka nanti terlibat dalam proses belajar mengajar. Sehingga ikut diajak menolak kebijakan FDS ini,” katanya. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -