Warga Kebonharjo Polisikan PT KAI

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG Puluhan warga Kebonharjo menggeruduk Mapolrestabes Semarang, kemarin (28/8). Meraka melaporkan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) atas dugaan pengerusakan puluhan rumah yang terjadi pada Mei 2016 silam. Warga datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang sekitar pukul 10.00. Mereka juga didampingi oleh kuasa hukumnya saat melapor.

Menurut salah satu warga Kebonharjo, Sarminah, pelaporan dilakukan dengan alasan, PT KAI tidak memiliki itikad membayar ganti rugi saat kejadian sekitar setahun lalu di Kebonharjo, Semarang Utara. Pihak PT KAI yang dilaporkan tak lain adalah Kepala Daop IV, humas dan Kepala Bagian Aset Kereta Api yang saat itu menjabat.

“Kami sudah menunggu, tapi tidak ada itikad baik, jadi kami putuskan untuk melapor. Sebenarnya kami hanya minta ganti rugi yang sesuai itu saja, tidak lebih,” ungkapnya saat melapor.

Menurutnya, imbas dari perbuatan yang dilakukan PT KAI membuat sengsara warga. Karena sekarang ini sudah tidak memiliki tempat tinggal. Saat ini, ia tinggal di rumah kos, dan harus mengeluarkan biaya setiap bulannya yang tidak kecil.

“Ibaratnya sekarang ini kami keleleran, tidak punya rumah dan harus ngekos. Bagi kami itu sangat memberatkan,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan tetangga Sarminah bernama Titik. Wanita sebatang kara ini juga tidak memiliki hunian dan harus tinggal di rumah kos dengan membayar ratusan ribu setiap bulannya.

“Saya harus bayar Rp 400 ribu per bulan untuk bayar kos. Kami harap PT KAI bisa memberikan ganti rugi sepantasnya,” harapnya.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Deo Hermansyah, mengatakan, langkah hukum ini dilakukan karena pihak PT KAI tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurutnya, langkah laporan ini didasari karena perbuatan yang dilakukan PT KAI pada saat itu melanggar aturan.

“Pada saat itu, pemberitahuannya hanya tujuh rumah yang akan dibongkar. Praktiknya, sampai 58 rumah lain ikut diratakan dengan tanah. Kami menilai ini menyalahi aturan karena tidak ada pemberitahuan resmi kepada warga lain yang rumahnya ikut dibongkar,” bebernya.

Deo menambahkan, PT KAI saat melakukan pembongkaran juga tidak ada pendampingan dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Karena itu, Deo meminta kepada PT KAI untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sampai saat ini kami menunggu itikad baik, tapi sampai sekarang  belum ada pertanggungjawaban, termasuk ganti rugi juga belum ada,” tegasnya.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, akan menindaklanjuti pelaporan tersebut sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Namun demikian, pihaknya akan melakukan penyidikan terlebih dahulu laporan terkait dugaan pengerusakan tersebut.

“Kalau yang dirusak rumah, ya akan kami periksa rumah yang mana. Lalu barang yang dirusak harus dibuktikan kepemilikannya. Kalau dalam tahap penyelidikan itu unsurnya sudah terpenuhi ya akan diproses lanjut,” katanya. (mha/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -