Bangun TPAS, Libatkan 6 Desa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Setelah dua pekan sebelumnya deklarasi ‘Dieng Bersih Harga Mati’ dilakukan Muspida Wonosobo dengan aksi bersih-bersih kawasan Dieng, Selasa (29/8), enam desa di Dieng mendeklarasikan hal serupa.

Enam desa yang dimaksud adalah Desa Sembungan, Sikunang, Jojogan, Patak Banteng, Parikesit, dan Dieng Wetan. Mereka sepakat untuk menjaga Dieng bersih dan bebas dari sampah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menyebut, deklarasi sebagai langkah maju yang sangat berarti bagi upaya memajukan Dieng. Yakni, sebagai destinasi wisata unggulan berkelas Internasional.

Langkah berikutnya, tutur Andang, bakal secepatnya diikuti pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPAS). TPAS rencananya dibangun di Dusun Siterus, Desa Sikunang.

“Tentu kami bersyukur langkah untuk membenahi sampah di kawasan Dieng, mendapat dukungan dari warga masyarakat,” kata Andang ketika ditemui di sela acara bersih-bersih sampah di Dusun Siterus.

Ke depan, Andang berharap komitmen masyarakat untuk bersama-sama Pemkab, menjaga Dieng agar tetap bersih. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Negeri di Atas Awan, merasakan kenyamanan serta menambah masa kunjungan ke Dieng. “Semakin lama wisatawan tinggal di Dieng, imbasnya tentu ke perputaran ekonomi warga masyarakat juga.”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Supriyanto juga menyampaikan harapan yang sama. Menurut Supriyanto, tumbuhnya kesadaran warga mendukung Dieng Bersih, tidak serta-merta membuat Dieng benar-benar bersih. Butuh proses dan tahapan berjenjang. “Butuh pendampingan dan motivasi. Baik dari LSM peduli lingkungan maupun Pemkab.”

Untuk itu, enak desa bakal dilibatkan pada pembangunan TPAS di Siterus. Termasuk dalam hal keterlibatan dana transfer desa untuk pembangunan Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) di desa masing-masing.

“Tahapan sebelum sampah dibuang di TPAS adalah masyarakat harus mampu memilah sampah di tingkat keluarga. Apakah masih dapat dimanfaatkan atau tidak, termasuk apakah dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai manfaat dan ekonomi.” Terkait lokasi TPAS, lahan yang dibutuhkan seluas 2.000 meter per segi. (cr3/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -