Ingatkan Hoax hingga Penerbangan Balon Udara

Jagongan Kamtibmas, Program Baru Polres Wonosobo

568
SHARING: Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan menyampaikan perlunya para tokoh masyarakat dan warga Leksono untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama (ISTIMEWA).
SHARING: Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan menyampaikan perlunya para tokoh masyarakat dan warga Leksono untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama (ISTIMEWA).

Upaya mendekatkan polisi dengan masyarakat, semakin intens dilakukan Polres Wonosobo. Selasa (29/8) kemarin, Kapolres Wonosobo AKPB Muhammad Ridwan menggelar Jagongan Kamtibmas. Kegiatan ini melibatkan sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Leksono.

KEGIATAN yang juga diikuti pejabat utama Polres Wonosobo, dihadiri oleh Muspika Leksono dan puluhan tokoh masyarakat. Jagongan Kamtibmas merupakan program terobosan Polres Wonosobo. Maknanya: Jlajah (berkeliling), Gropyok (bersama-sama), Mireng (mendengarkan), dan Angon (memelihara, mengendalikan) untuk menciptakan kamtibmas.

Kapolres AKBP M. Ridwan mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat Leksono untuk ikut memelihara kamtibmas di lingkungannya masing-masing. “Salah satu yang menjadi ancaman besar adalah berkembangnya paham radikalisme yang bertujuan untuk mengganti ideologi negara dari Pancasila menjadi berdasarkan agama tertentu,” kata Kapolres.

Tak hanya itu, Ridwan juga mengajak masyarakat untuk membiasakan melakukan saringan informasi. Tujuannya, agar tidak menjadi korban berita bohong. “Hal ini ditambah dengan beredarnya berita bohong atau hoax yang menyebarkan kebencian antarmasyarakat.”

Terkait penyebaran ujaran kebencian, lanjut Kapolres, akan ada konsekuensi hukum sesuai Surat Edaran Kapolri Nomor SE/6/X/2015.

“Siapa pun yang melakukan ujaran kebencian, terlebih lagi melalui media sosial, dapat diproses hukum. Karena itu, saya meminta kepada seluruh warga masyarakat untuk mengantisipasi dan mencegah hal tersebut berkembang di lingkungan masing-masing,” kata Ridwan.

Di depan para tokoh Leksono, Kapolres juga menyinggung permasalahan balon udara yang cukup menjadikan Wonosobo sebagai pusat perhatian dunia. “Berdasarkan aturan penerbangan, melepas balon udara tanpa awak yang tidak disertai izin merupakan pelanggaran. Sebab, jika balon tersebut menabrak pesawat, maka bisa menimbulkan kecelakaan fatal.”

Untuk itu, Pemkab Wonosobo, Polres Wonosobo dan Air Nav Indonesia, sedang memformulasikan kebijakan untuk mengakomodir penerbangan balon udara tanpa awak. “Kita tunggu saja hasilnya. Artinya, sebelum ada keputusan resmi, kami mengimbau kepada warga untuk tidak menerbangkan balon udara tanpa awak, untuk alasan apapun.”

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP. SS. Udiono juga mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. “Yang paling utama adalah kesadaran menggunakan helm saat menggunakan sepeda motor, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Karena helm inilah yang akan mengurangi fatalitas jika terjadi kecelakaan.” (ali/isk)