Ingatkan Tak Potong Ternak Ruminansia

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO–Hewan-hewan kurban yang dijual di sejumlah pasar hewan, kemarin, didatangi tim dari Dinas Pangan Pertanian Perikanan dan Peternakan. Tim Kesehatan Hewan (Keswan) dari Bidang Peternakan menggandeng jajaran kepolisan untuk mengawasi hewan-hewan kurban.

Heri Kuswanto, dokter hewan yang menjadi bagian tim mengatakan, upaya antisipatif perlu dilakukan. Tujuannya, menghindarkan konsumen yang ingin menunaikan ibadah kurban dari kerugian akibat membeli hewan yang tidak layak konsumsi.

“Sesuai persyaratan hewan kurban, kami memeriksa antemortem hewan. Meliputi kesehatan, kondisi bulunya, nafsu makannya, sampai suhu tubuh dan agresivitas gerakan.” Selain itu, hewan yang hendak dikurbankan juga harus diperiksa; apakah cacat, semisal buta, pincang, maupun kerusakan pada telinga. Tidak kalah penting, syarat usia minimal hewan kurban. Untuk memastikan hewan kurban cukup umur, tim melakukan pemeriksaan pada gigi hewan.

Selain memeriksa kesehatan hewan, Tim Keswan juga mengimbau pedagang maupun konsumen agar tidak menyembelih hewan berkategori ternak ruminansia besar. “Sesuai Undang-Undang tentang peternakan dan kesehatan hewan Nomor 41 Tahun 2014, ada larangan memotong hewan betina produktif alias ternak ruminansia,” jelas Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Mahargono.

Kategori ternak yang dilarang dipotong adalah sapi atau kerbau betina yang berumur di bawah 8 tahun, memiliki alat reproduksi normal; dan atau tidak mengalami kemajiran permanen. Juga sapi atau kerbau yang tidak sedang dalam keadaan bunting. Pelanggaran terhadap ketentuan pemotongan hewan kategori ternak ruminansia, dapat diancam pidana penjara paling sedikit satu tahun. Dan, denda paling sedikit Rp 100 juta. (cr2/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -