Penggelap Duit Notaris Divonis Satu Tahun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Danik Kholifah, terdakwa penggelapan uang kantor notaris milik Bambang Anom Widyo Putro, divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wonosobo. Danik dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melakukan tindakan pidana penggelapan.

Danik terbukti menggelapkan uang Rp 67 juta dari salah satu klien kantor notaris milik Bambang Anom atau di kantor dirinya bekerja. Seorang klien meminta bantuan balik nama sertifikat, dengan biaya dibebankan senilai Rp 67 juta. Usai dibayarkan, Danik justru menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.

Bambang Anom menyampaikan, Danik telah lama bekerja di kantor notaris miliknya. Ketika kantor notarisnya masih dipegang sang ayah, jabatan Danik sebagai bendahara dan resepsionis sejak 2011-2016. Akibat perbuatannya Danik, Bambang Anom merasa dirugikan baik materi (laba perusahaan) maupun trust klien ke kantornya.

Bambang Anom menduga, masih banyak kasus penggelapan lainnya. Sebab, ucap Bambang, terhitung sejak Danik menjabat sebagai bendahara, kantornya telah dirugikan senilai lebih dari Rp 3,5 miliar.

Besaran ini dilihat dari jumlah berkas masuk yang mencapai 300 berkas. Dari 300 berkas, menurut Bambang, bisa mencapai Rp 3,5 miliar. Soal ini, lanjut Bambang usai persidangan lalu, akan dilaporkan di segmen berikutnya. “Rp 67 juta ini baru satu contoh. Setelah saya cek, ternyata masih banyak lagi. Akan kita laporkan setelah ini.”

Khusus kasus penggelapan Rp 67 juta, Bambang menjelaskan, proses balik nama sertifikat butuh waktu 4-5 bulan. Artinya, mundur setahun umumnya masih bisa ditoleransi oleh peminta jasa. “Saya tahunya belakangan ini, dapat informasi dari klien langsung. Uang sudah dibayarkan kok belum diproses,” kata Bambang menjelaskan kronologi kecurigaannya. Sejak saat itu, Bambang dibantu pihak yang dirugikan, melapor ke pihak berwajib. (cr2/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -