Netizen Diajak Ikut Bangun Kebersamaan

489
RANGKUL NETIZEN : Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono (tengah), Sekjen MPR RI Maruf Cahyono (kanan), dan Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah (kanan) menjadi pembicara dalam acara “Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI” (istimewa).
RANGKUL NETIZEN : Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono (tengah), Sekjen MPR RI Maruf Cahyono (kanan), dan Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah (kanan) menjadi pembicara dalam acara “Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI” (istimewa).

SEMARANG – Peran netizen dianggap cukup besar untuk mensosialisasikan nilai-nilai dalam Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Mereka diharapkan mampu menyampaikan pesan yang membangun kebersamaan sebagai bangsa dan mengurangi aksi saling hujat yang marak di media sosial (medsos).

Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono mengatakan pemahaman netizen mengenai 4 pilar MPR RI sangat penting. Sebab peran medsos sebagai sarana komunikasi semakin strategis karena potensinya yang besar. “Di sisi lain jika medsos tidak terkelola dengan baik, dampak merusaknya juga cukup dahsyat,” ujarnya dalam acara “Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI” di Hotel Grand Dhika Semarang, Sabtu (16/9). Acara tersebut diikuti sekitar 50 pegiat sosial media di Semarang dan sekitarnya.

Anggota DPD RI asal Jateng tersebut menambahkan, dengan semangat bersama-sama merawat kebersamaan dalam satu bangsa, harapannya aka nada model komunikasi yang berlandaskan pembangunan Pancasila. “Para netizen ini kami ajak memperbanyak kebersamaan dan mengurangi persengketaan,” tandasnya.

Sekjen MPR RI Maruf Cahyono menambahkan selama ini sosialisasi 4 pilar MPR RI dilakukan dengan berbagai cara. Sasarannya mulai dari akademisi, masyarakat umum, hingga generasi muda. Semuanya disesuaikan dengan kelompok sasaran. “Sekarang kan era digital, maka kita ajak kerjasama dengan para netizen dan blogger. Mereka ini punya komunitas dan cara sendiri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Dikatakannya, medsos bisa bernilai positif, namun dapat juga memiliki dampak negatif bila tak dikelola dengan baik. “Ini juga untuk menghindari banyaknya informasi hoax. Kami mengajak memberdayakan medsos untuk kepentingan yang produktif, mencerahkan, dan membuat masyarakat semakin cerdas,” kata dia. Dia berharap para netizen dapat menyisihkan waktunya untuk membantu membangun karakter bangsa. (ric)