Bagikan 10 Ribu Dompet P3K

547
SIAGA P3K : Ketua PMI Kota Semarang, dr. Sofa Kasani, Perwakilan Siswa SD Candi 1 Semarang, dan Distric Sales Manager PT Beiersdorf Indonesia, Mardhono Achiriawan secara simbolis menyerahkan 10.000 Dompet P3K dalam Hari Pertolongan Pertama Sedunia (istimewa).
SIAGA P3K : Ketua PMI Kota Semarang, dr. Sofa Kasani, Perwakilan Siswa SD Candi 1 Semarang, dan Distric Sales Manager PT Beiersdorf Indonesia, Mardhono Achiriawan secara simbolis menyerahkan 10.000 Dompet P3K dalam Hari Pertolongan Pertama Sedunia (istimewa).

SEMARANG- Pentingnya pertolongan pertama untuk penanganan kecelakaan ringan, ternyata belum diketahui banyak orang. Hal tersebut yang membuat Hansaplast, yang merupakan brand plester luka di Indonesia bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) merayakan Peringatan Hari Pertolongan Pertama Sedunia 2017, kemarin.

Rangkaian acara diisi parade oleh peserta drumband dan sukarelawan PMI yang berkeliling area Car Free Day dengan membagikan dompet pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Juga edukasi singkat berupa demo pertolongan pertama yang meliputi penanganan kaki terkilir, luka bakar, pingsan, kejang dan masih banyak lagi.

“Ini adalah acara kedua yang kami lakukan, sebagai wujud kepedulian dan komitmen terhadap pentingnya selalu siaga pertolongan pertama,” kata District Sales Manager PT Beiersdorf Indonesia, Mardhono Achiriawan.

Pihaknya menambahkan Hari Pertolongan Pertama Sedunia atau World First Aid Day setiap bulan September ini sebagai sarana mengkampanyekan pentingnya persiapan dan implementasi pertolongan pertama untuk mengurangi risiko cedera karena kecelakaan.

Mardhono menuturkan jika kecelakaan dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, termasuk di lingkungan terdekat seperti rumah, sekolah, tempat kerja, dan jalan raya. Melalui Peringatan Hari Pertolongan Pertama Sedunia ini juga digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong masyarakat untuk segera memiliki perlengkapan pertolongan pertama. “Kami membagikan 10.000 dompet pertolongan pertama di 6 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Malang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang,” jelasnya.

Terpisah Ketua PMI Kota Semarang, dr. Sofa Kasani, menuturkan edukasi pertolongan pertama tersebut membuat masyarakat yang sadar akan pentingnya mempersiapkan peralatan pertolongan pertama. Selain itu, dengan adanya edukasi tersebut membuat masyarakat paham menggunakan peralatan yang ada. “Jadi ketika ada kecelakaan ataupun menjadi korban, bisa dilakukan pertolongan secepatnya,” tandasnya. (den/ric)