Guru Australia Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia

650
BERKELILING : Para guru dari Queensland, Australia berfoto bareng dengan guru SMAN 1 Semarang di sekolah tersebut. Selama 3 hari ke depan, mereka akan belajar Bahasa Indonesia di SMAN 1 Semarang (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERKELILING : Para guru dari Queensland, Australia berfoto bareng dengan guru SMAN 1 Semarang di sekolah tersebut. Selama 3 hari ke depan, mereka akan belajar Bahasa Indonesia di SMAN 1 Semarang (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Sebanyak enam guru dari Queensland, Australia selama tiga hari ke depan akan memperdalam seni, budaya dan bahasa Indonesia di SMAN 1 Semarang. Kedatangan mereka langsung disambung tarian Gambyong, tabuhan gamelan, dan paduan suara yang dibawakan siswa-siswi.

Kasubag Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sutopo menyambut baik enam guru dari negeri kanguru tersebut. Rencananya selama tiga hari ke depan, mereka akan mempelajari Bahasa Indonesia di SMAN 1 Semarang. “Mereka ini guru Bahasa Indonesia dari Australia, tujuan mereka akan memperdalam Bahasa Indonesia sebagai bahan ajar di sekolah asal mereka,” katanya, Senin (18/9) di SMAN 1 Semarang.

Selain memperdalam bahasa dari guru ataupun siswa di SMAN 1 Semarang, diharapkan mereka juga belajar budaya Jawa. Seperti tarian Jawa, gamelan sehingga punya pengalaman lain terkait budaya dan kultur masyarakat Semarang.“Mereka juga bisa belajar dengan siswa terkait bahasa dan budaya Jawa. Kami berharap agar mereka bisa punya pengalaman, senang hati dan gembira di SMAN 1 Semarang,” katanya.

Kepala SMAN 1 Semarang, Endang menyambut baik kedatangan para guru asing tersebut. Ia menuturkan jika keenam guru tersebut merupakan wakil pertukaran guru kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Australia di bidang pendidikan. “Mereka juga dikenalkan tentang sejarah sekolah ini yang merupakan salah satu cagar budaya di Semarang,” tambahnya.

Endang juga berharap kedatangan keenam guru dari Queensland dapat menerapkan sistem pengajarannya disini. Apalagi sebagai negara maju dan dari pengalaman para guru asing yang datang, seluruh guru yang ada di SMAN 1 Semarang bisa mencuri ilmu daan menerapkannya di SMAN 1 Semarang.

Simon Briggs guru dari Queensland mengaku  sangat antusias belajar Bahasa Indonesia secara langsung di Indonesia. “Antusiasme siswa mempelajari dan ingin menggunakan Bahasa indonesia di Queensland cukup besar, jadi saya berusaha untuk lancar Bahasa Indonesia,” ucapnya. (den/mg46/mg47/ric)