Sikat Hama, Tanam Refugia

752
PENGENDALIAN HAMA: Puluhan perwakilan kelompok petani se-Kota Magelang mengikuti pelatihan pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) kegiatan penyuluhan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, di Aula Disperpa Kota Magelang, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).
PENGENDALIAN HAMA: Puluhan perwakilan kelompok petani se-Kota Magelang mengikuti pelatihan pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) kegiatan penyuluhan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, di Aula Disperpa Kota Magelang, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG–Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang meminta para petani untuk mengurangi penggunaan pestisida. Jika perlu, meninggalkan bahan kimia itu dan menggantinya dengan pupuk organik. Kepala Disperpa Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih menyampaikan, pestisida memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, memicu berbagai penyakit, saat hasil pertanian itu terus-menerus dikonsumsi manusia.

“Sayuran maupun buah-buahan banyak yang tercemar bahan kimia, sehingga banyak penyakit yang muncul di luar perkiraan kita. Penyebabnya dari apa yang kita konsumsi,” kata Retno saat membuka pelatihan pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) kegiatan penyuluhan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, di aula dinas setempat, kemarin.

Karenanya, Retno mengajak masyarakat menerapkan teknologi ramah lingkungan. Yakni, konsep pertanian organik. Dikatakan, hal penting pertanian organik adalah tata cara pencegahan maupun penanggulangan OPT harus menggunakan bahan-bahan organik dan teknis yang ramah lingkungan.

Dikatakan, zat-zat yang digunakan untuk mencegah dan menanggulangi OPT secara organik disebut pestisida nabati (pesnab). “Ada 3 kegunaan pesnab. Yakni bersifat penolak, penarik, atau perangkap, dan mengurangi nafsu makan.”

Di sisi lain, pencegahan dan penanggulangan dapat melalui kultur teknis dan predator hama. Cara ini sudah dilakukan orang-orang zaman dulu. Sebab, kultur teknis adalah budidaya tanaman untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak serangan hama atau penyakit. “Teknis ini dapat menekan biaya pengeluaran pestisida.”

Petugas Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Kota dan Kabupaten Magelang, Pratondo, menambahkan, petani sudah mulai diarahkan untuk menggunakan pesnab, agensia hayati, dan pemanfaatan musuh alam dalam pengendalian serangga. Yakni, menaman tanaman refugia yang fungsinya menyediakan rumah untuk pemangsa hama.

“Tanaman refugia ini adalah tanaman bunga-bunga yang ditanam di lahan pertanian, tujuannya agar kumbang-kumbang itu makan sari bunga, bukan menyerang tanaman utama. Contohnya menanam keningkir.” (put/isk)