Bea Cukai Siap Dukung Industri Hijau

665
SOSIALISASI : Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Nurjanah (tiga dari kanan), dan Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang Budi Sulistiyo saat melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha yang digelar di PT Mas Sumbiri, di Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang (istimewa).
SOSIALISASI : Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Nurjanah (tiga dari kanan), dan Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang Budi Sulistiyo saat melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha yang digelar di PT Mas Sumbiri, di Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang (istimewa).

SEMARANG – Kantor Bea Cukai Semarang siap memberikan dukungan kepada Pemkot Semarang terkait upaya mewujudkan industri hijau dan peningkatan ekspor bagi pelaku usaha yang ada.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Nurjanah mengatakan Pemkot saat ini tengah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Denmark dalam hal penanganan lingkungan. “Untuk itu, perlu dukungan dari para pengusaha untuk mewujudkan industri hijau di Semarang,” katanya dalam talkshow yang digelar di PT Mas Sumbiri, Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang, kemarin.

Pemkot, lanjut Nurjanah memfasilitasi hubungan antara pengusaha dengan pemerintah untuk mewujudkan industri hijau dan terciptanya kualitas produk ekspor. “Efisiensi dan efektifitas penggunakan sumber daya menjadi tanggung jawab setiap pelaku usaha. Sehingga tercipta produk yang berkualitas dan terpeliharanya lingkungan hidup,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang, Budi Sulistiyo menambahkan neraca perdagangan ekspor pada tahun ini mengalami surplus yang besar bila dibandingkan tahun sebelumnya, ditengah ekonomi global yang tengah lesu. “Bea Cukai mendorong peningkatan produk ekspor Indonesia dengan memberikan insentif fiskal berupa fasilitas kawasan berikat,” tambahnya.

Fasilitas tersebut lanjut dia, berupa penundaan pembayaran bea masuk dan kemudahan fiskal lainnya. Hal tersebut tentu akan menekan biaya produksi dan memperbaiki kualitas produk serta meningkatkan produk ekspor agar bersaing di pasar internasional. “Kami membuka pintu bagi pelaku usaha yang berminat untuk memanfaatkan fasilitas berikat,” tuturnya. (den/ric)