Gunakan Sabu, Tukang Tambal Ban Dibekuk

638
GELAR PERKARA: Kasat Narkoba Polres Temanggung AKP M. Zazid (paling kanan) menginterogasi tersangka Arip Widodo (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
GELAR PERKARA: Kasat Narkoba Polres Temanggung AKP M. Zazid (paling kanan) menginterogasi tersangka Arip Widodo (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Pengguna sabu-sabu dibekuk petugas Satuan Narkoba Polres Temanggung. Tersangka bernama Arip Widodo alias Mbong, warga Kampung Jampirejo Tengah, Kelurahan Jampirejo, Temanggung. Tersangka kedapatan membawa 0,39 gram sabu-sabu, di sebuah rumah makan di Kowangan, Sabtu (12/9) dini hari, pukul 02.00.

Kasat Narkoba Polres Temanggung AKP M. Zazid menuturkan, penangkapan Arip Widodo alis Mbong berawal dari informasi masyarakat. Tersangka diduga kerap mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika jenis sabu. Informasi yang masuk ke petugas, pada 11 September 2017, tersangka juga akan membeli dan menggunakan sabu. “Setelah menerima info tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan atas gerak-gerik pelaku.”

Nah, pada Selasa (12/9) dini hari, sekitar pukul 02.00, di sebuah rumah makan di Kowangan, tersangka digeledah. “Dia terbukti menyimpan sabu di saku celana kanan. Kemudian kita amankan pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Temanggung.”

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, sebungkus plastik klip berisi sabu seberat 0,39 gram. Sabu dibungkus plastik bekas permen. Juga alumunium foil warna kuning, satu HP Nokia, dan satu lembar kertas bukti transfer ATM BCA. “Pengakuan tersangka, dia membeli sabu dengan memesan dari seorang teman via SMS. Tersangka pesan, lalu transfer uang, dan barang dikirim di sebuah tempat,” kata Zazid.

Transaksi pembelian terakhir, lanjut Zazid, sabu dikirim kurir di bawah tiang listrik di sebuah SPBU di daerah Kedu, Temanggung. Tersangka bakal dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 12 tahun.

Kepada polisi, Arip alias Mbong mengaku menjadi pengguna sabu sejak dua tahun silam. “Saya membeli via transfer, sekali pembelian 0,39 gram seharga Rp 600 ribu. Sekali beli, bisa saya konsumsi dua kali,” aku pria yang sehari-hari tukang tambal ban. Bapak satu anak itu mengaku menggunakan sabu untuk menghilangkan nyeri di kaki. “Saya dulu pernah kecelakaan patah tulang, kaki nyeri. Kalau saya gunakan sabu, rasa nyeri bisa hilang.” (san/isk)