Lomba Mewarnai Rambu Lalu Lintas Pecahkan Muri

1126
PECAHKAN REKOR: Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan (tengah) didampingi Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Bobby A Rahman menunjukkan prestasi yang didapat dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan, kemarin (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).
PECAHKAN REKOR: Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan (tengah) didampingi Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Bobby A Rahman menunjukkan prestasi yang didapat dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan, kemarin (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).

KAJEN–  Tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Sehingga angka kecelakaan, utamanya yang disebabkan human error bisa ditekan. Banyak cara yang dilakukan untuk mengenalkan kepada anak usia dini tentang pentingnya tertib berlalu lintas, misalnya melalui lomba mewarnai rambu lalu lintas. Seperti yang dilakukan Sat Lantas Polres Pekalongan bekerjasama dengan Pemkab Pekalongan, di Alun Alun Kabupaten Pekalongan, Kajen, Selasa (19/9).

Lomba diikuti 20 ribu siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK). Kegiatan tersebut berhasil memecahkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri), pada kategori mewarnai rambu-rambu lalu lintas dalam ajang Pesona Polisi Sahabat Anak Indonesia 2017.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, prestasi yang diraih ini merupakan kesuksesan bersama semua pihak, baik Pemda Pekalongan dan para guru PAUD serta masyarakat, karena telah mendukungan acara mewarnai ramu-rambu lalu lintas pada anak usia dini. “Hal ini sebagai wujud polisi sahabat masyarakat, terutama anak-anak,” kata Kapolres Pekalongan.

Kapolres berharap dalam kesempatan lomba mewarnai ini, tidak hanya menjadi ajang polisi mendekatkan diri kepada masyarakat, akan tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan pengetahuan dan karakter, agar masyarakat ke depan lebih tertib berlalu lintas.

“Penanaman karakter ini memang harus ditanamkan sejak dini agar terpatri. Diharapkan para generasi emas penerus bangsa ini, ke depan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan bisa menekan terjadinya kecelakaan di Kota Santri,” harap AKBP Wawan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pekalongan, Ali Riza, memberikan apresiasi kepada Sat Lantas Polres Pekalongan, lantaran Pesona Polisi Sahabat Anak Indonesia 2017 ini, menjadi ajang pengembangan bakat dan kreativitas, serta menjadikan siswa semakin lebih dekat kepada polisi.

“Sekarang sudah tidak ada lagi ceritanya, anak atau masyarakat takut kepada polisi. Tapi polisi adalah sahabat yang memberikan pengamanan daerah serta mengingatkan agar tertib berlalu lintas. Saya berharap ke depan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, bisa terus bersinergi dengan Polres Pekalongan,” tegas Ali Reza.

Sementara itu, Koordinator Muri, Sri Widyawati, menjelaskn bahwa  kegiatan ini telah resmi terdaftar dan ditetapkan di Muri sebagai pencetak rekor Lomba Mewarnai Rambu Lalu Lintas terbanyak, dengan jumlah peserta 20.000 anak untuk pertama kali, dengan urutan rekor ke 8.098.

“Selamat atas prestasi yang diperoleh. Mudah-mudahan sukses selalu buat Sat Lantas Polres Pekalongan, agar bisa lebih berkontribusi kepada masyarakat,” jelas Sri Widyawati. (thd/zal)