Penginapan Homy Mulai Diminati

602
NYAMAN : Pemilik Merapi Residence, L Hartono ketika mengenalkan konsep kamarnya (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
NYAMAN : Pemilik Merapi Residence, L Hartono ketika mengenalkan konsep kamarnya (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG –Penginapan berkonsep homy agaknya mulai diburu. Terutama oleh pelancong rombongan. Merapi Residence mencoba menangkap fenomena itu. Meski umurnya belum genap setahun, tapi kamarnya nyaris selalu full house.

Merapi Residence sengaja menonjolkan kesan homy sebagai nilai tawarnya. Membuat kesan penginapan benar-benar sebagai rumah, bukan tempat tinggal sementara saja. Selain memang bentuk bangunannya seperti rumah pada umumnya, suasananya pun benar-benar homy.

Sang pemilik, L Hartono memberi ‘kebebasan’ bagi tamu untuk mengeksplorasi seluruh sudut rumah. Kecuali rumah utama yang hingga saat ini masih ditinggali keluarga sang pemilik. Di depan kamar, ada taman kecil beralas rumput Jepang. Taman itu diisi tanaman-tanaman pot yang disusun rapi. Ada juga pohon mangga dan anggur yang boleh diambil tamu ketika buahnya matang.

Kesan homy juga tampak dari menu makanan yang dihidangkan. Nyaris semua yang ditawarkan merupakan masakan-masakan rumahan. Seperti sayur asem, sop, tempe goreng, dan lain sebagainya. Tamu pun berhak memesan santapan apa pun. Nantinya, petugas Merapi Residence yang akan mencarikannya. “Intinya, apa pun permintaan tamu, kami akan berusaha memenuhinya. Bukan hanya soal makanan saja, tapi juga yang lain. Termasuk laundry,” terangnya.

Bisa jadi, alasan itulah yang membuat Merapi Residence lebih diminati tamu ‘rombongan’. Sejak resmi dibuka pada Mei 2017 lalu, penginapan ini selalu disinggahi tamu-tamu rombongan. Rombongan turis dari Tiongkok pernah singgah disini. “Waktu itu ada turis dari Tiongkok. Katanya mau ke Bali, tapi singgah dulu di Kelenteng Sam Po Kong. Terus nginep nya disini,” ucapnya.

Dia bercerita, ketika para turis tersebut menginap di Merapi Residence, nyaris semua tempat di penginapan dimanfaatkan mereka. Bahkan, mereka memanfaatkan garasi rumah untuk tempat berkumpul. “Kami tidak masalah. Karena memang konsepnya membahagiakan tamu,” terangnya.

Pengalaman menarik lain, adalah ketika Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atikoh, datang ke Merapi Residence. Dia menitipkan atlet tim sepakbola Special Olympic Indonesia (Soina) Jateng yang saat itu akan bertanding di Filipina.

Sejumlah atlet anggar Jateng pun pernah menginap di sana. Saat ini, kamar di Merapi Residence sedang dipenuhi kontingen Popnas asal Jatim. Para atlet itu, kata Hartono, kerap memanfaatkan jogging track di sekitar perumahan.

Ke depan, dia juga berencana menambah sejumlah kamar dan meeting room. Bahkan ada rencana untuk mendaftarkan penginapan tersebut ke Trip Advisor. “Kalau sekarang belum memenuhi syarat karena kalau mau join Trip Advisor, minimal kamar harus 25,” bebernya. (amh/ric)