Hak Pekerja Perempuan Harus Diperhatikan

970
PENILAIAN: Tim Verifikasi Penghargaan Mitra Bhakti Husada Tingkat Nasional saat meninjau PT Unza Vitalis Salatiga (IST).
PENILAIAN: Tim Verifikasi Penghargaan Mitra Bhakti Husada Tingkat Nasional saat meninjau PT Unza Vitalis Salatiga (IST).

SALATIGA – Pekerja perempuan mempunyai peran ganda sebagai pekerja dan juga harus memenuhi kodrat sebagai ibu. Maka ia memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik. Pemeriksaan kesehatan pekerja perempuan sampai dengan peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) selama bekerja merupakan hak yang harus mendapat perhatian.

“Pemkot Salatiga memberikan apresiasi kepada pengusaha dan perusahaan yang telah melakukan pembinaan dan memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada pekerja, khususnya pekerja perempuan,” kata Plt Sekretaris Daerah Kota Salatiga Susanto saat menerima Tim Verifikasi Penghargaan Mitra Bhakti Husada Tingkat Nasional di Aula PT Unza Vitalis, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo Salatiga, Rabu (20/9).

Tim Verifikasi Penghargaan Mitra Bhakti Husada Tingkat Nasional tersebut dipimpin oleh Ika Ratnawati dari Kementerian Kesehatan RI. Dalam sambutan sinnkatnya, Ika mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) yang digiatkan sejak 2013 lalu.

“Saya sampaikan selamat kepada PT Unza Vitalis karena terpilih mewakili Jawa Tengah untuk diverifikasi dalam rangka meraih penghargaan Mitra Bhakti Husada Tingkat Nasional. Semoga dengan kegiatan ini akan memberikan efek positif tidak hanya bagi pekerja perempuan dan perusahaan, tapi juga bagi bangsa Indonesia,” ujar Ika.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Salatiga Marhadi menjelaskan bahwa GP2SP bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi pekerja perempuan untuk mencapai produksivitas kerja yang maksimal, dengan sasaran kepada seluruh pekerja perempuan. “Gerakan ini juga diharapkan diikuti oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, Apindo, serikat pekerja, pihak asuransi dan stakeholder terkait,” jelasnya. (sas/ton)