Makanan Berpengawet Picu Leukemia

797

SEMARANG – Gaya hidup yang serba instan dan tidak sehat berpengaruh pada meningkatnya angka penderita leukemia. Salah satu penyebab leukemia sendiri adalah seringnya mengkonsumsi makanan menggunakan pengawet dan pewarna buatan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi – Onkologi Anak SMF Anak RSUP Dr. Kariadi, dr. Bambang Sudarmanto SpAK MARS mengatakan selain faktor keturunan, asupan makanan tidak sehat juga membuat angka penderita leukemia terus bertambah. “Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita oleh anak-anak. Hampir 50 persen kanker yang diderita anak-anak adalah leukemia yang penyebabnya karena makanan berpengawet,” katanya.

Ia menerangkan jika pengidap leukemia sebenarnya dapat disembuhkan, asalkan penyakit ini ditemukan pada stadium awal. Walaupun bisa disembuhkan, banyak pasien leukemia baru berobat ketika sudah ada di tahap stadium lanjut. Sehingga proses pengobatannya menjadi lebih sulit.

Menurut dia, gejala leukemia bisa membuat bingung karena mirip dengan yang biasanya menyerang anak-anak. Gejala yang mengarah pada leukemia dan perlu kita waspadai diantaranya lemas atau kelelahan yang berkelanjutan, demam, menggigil, sakit kepala, muntah-muntah, keringat berlebihan terutama pada malam hari, dan nyeri pada tulang atau sendi.

“Gejala lainnya enurunan berat badan, pembengkakan pada hati atau limpa, muncul infeksi yang parah atau sering terjadi, mudah mengalami pendarahan (sering mimisan) atau memar, muncul bintik-bintik merah pada kulit dan kesulitan bernafas,” jelasnya.

Pengobatan penderita leukemia adalah kemoterapi, lanjut dia dengan melakukan pemberian obat anti kanker yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker tersebut. “Dengan kemoterapi, sel-sel kanker yang menyerang bisa dimusnahkan,” tutupnya. (den/ric)