Pancasila Kuatkan Wawasan Kebangsaan

588
SOSIALISASI: Para pembicara dalam seminar ‘Implementasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara’ di UM Magelang, Rabu (20/9) (DOK HUMAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG).
SOSIALISASI: Para pembicara dalam seminar ‘Implementasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara’ di UM Magelang, Rabu (20/9) (DOK HUMAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG).

MUNGKID– Implementasi nilai-nilai Pancasila di kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara perlu dilakukan untuk keutuhan suatu bangsa. Sosialisasi terus dilakukan di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang makin kritis dan beragam.

Hal itu juga yang mendorong Fakultas Hukum UM Magelang mengadakan seminar nasional ‘Implementasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara’, Rabu (20/9). Kegiatan yang diadakan di Aula Fikes UM Magelang tersebut merupakan rangkaian Milad ke-53 UM Magelang. Wakil Rektor I UM Magelang Dr Purwati MS membuka seminar yang diikuti 300 peserta dari berbagai kalangan tersebut.

Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara serta Pengelolaan TIK Dr Wiryanto menyampaikan bahwa para negarawan yang dahulu mendirikan negara dan bangsa ini telah meletakkan nilai luhur Pancasila yang dijiwai semangat Ketuhanan sehingga menjadi dasar fundamental dalam kehidupan negara kita. “Tulisan atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-3 merupakan penanda kepasrahan total para pendiri bangsa setelah sebelumnya berjibaku mengeluarkan segenap usaha dan potensinya untuk hukum dasar yakni UUD 1945, “ paparnya.

Selain itu, panitia juga mengundang empat pembicara dari berbagai disiplin ilmu yaitu politisi, jurnalis, pakar hukum, serta akademisi. Mereka adalah Prof Dr Muhammad Fauzan SH MHum (Guru Besar Universitas Jenderal Sudirman), Dr Dyah Adriantini Sinta Dewi SH MHum (akademisi dari UM Magelang), Amir Macmud Ns (Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah), dan Ahmad Hanafi Rais W SIP MPP (Ketua Komisi 1 DPR RI).

Fauzan menuturkan implementasi pancasila dari sudut ketatanegaraan. “Dalam pergantian pemerintahan antara pemerintahan yang lama dengan yang baru diperlukan sustainbilitas antar keduanya sehingga akan tercipta keselarasan yang sesuai dengan nilai pancasila,” ujarnya.

Pemateri yang kedua menelaah implementasi Pancasila dari sudut akademis. Dyah Adriantini Sinta Dewi memaparkan berbagai masalah yang muncul akibat kurangnya nilai Pancasila, seperti bullying, ujaran kebencian dan kejahatan genosida. “Penegakan sistem pancasila dapat dilakukan melalui sistem pendidikan. Dulu ada mata pelajaran PMP, penataran P4, PKn (Pendidikan Kewarganegaraan), sekarang digantikan dengan pendidikan bela negara,” jelas Dyah.

Wartawan senior Amir Macmud Ns yang menyampaikan materi tentang media dan implementasi nilai-nilai Pancasila, membahas nilai Pancasila di dalam diri wartawan. Sementara Ahmad Hanafi Rais yang menyampaikan materi implementasi Pancasila dalam politik. (vie/sct/ton)