10 RS Ajukan Sertifikasi Syariah

359

SEMARANG—Sebanyak 10 rumah sakit (RS) mengajukan sertifikasi menjadi rumah sakit Syariah melalui Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi). Pengajuan sertifikasi tersebut dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (Kars).

Ketua Umum Mukisi yang juga direktur RSI Sultan Agung dr Masyhudi mejelaskan, tidak hanya RS Islam tetapi juga rumah sakit umum daerah (RSUD). Stadarisasi rumah sakit syariah bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatklan mutu penyelenggaraan dan pelaksana upaya kesehatan yang profesional dan Islami. “Karena dengan adanya hal itu dapat dijadikan sebagai ukuran,” ujar Masyhudi usai pelantikan pengurus Mukisi di aula RS tersebut, kemarin (23/9).

Menurutnya, RSI Sultan Agung, merupakan rumah sakit satu-satunya yang telah sesuai dengan Syariah Islam baik menyangkut pelayan maupun yang lainnya.

“Jadi predikat satu-satunya itu merupakan tidak hanya tingkat nasional bahkan dunia. Karena yang melakukan sertifikat itu hanya ada di Indonesia,” katanya.

Sedangkan untuk mencapai RS Syariah it terdapat 51 kriteria dengan 173 elemen penilaian, diantaranya tekait masalah keuangan, administrasi, selain itu juga menyangkut akhlak dalam pelayanan rumah sakit harus santun, ramah, transparan, berkualitas.

“Dalam menghitung biaya, juga harus ada kewajaran. Walaupun punya otoritas untuk menetapkan, tapi perhitungan wajar tergantung hati nurani,” katanya.

Yang penting transaksi di dalam RS Syariah harus mengacu pada hukum Islam fiqih mu’amalah. Dalam hal pelayanan memberikan yang baik, jelas antara hak dan kewajiban. Kalau bisa lebih, sesuai dengan standar panduan praktis klinis. (hid/zal)