Undip terima Hibah Kandang Closed House

850
HIBAH: Menristek Dikti M Nasir (tengah) tanda tangani prasasti sebagai simbolis peresmian hibah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia untuk Universitas Diponegoro, Sabtu (23/9) (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG).
HIBAH: Menristek Dikti M Nasir (tengah) tanda tangani prasasti sebagai simbolis peresmian hibah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia untuk Universitas Diponegoro, Sabtu (23/9) (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) mendapat hibah sebuah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) untuk meningkatkan pembelajaran di bidang perunggasan. Seperti diketahui, closed house merupakan sistem untuk meningkatkan produksi ayam pedaging secara signifikan.

Presiden Direktur PT CPI, Thomas Effendy mengatakan, dengan hibah ini diharapkan mahasiswa perguruan tinggi dapat memiliki sarana dan prasarana belajar untuk mendukung riset inovasi pengetahuan di bidang pemeliharaan unggas sesuai dengan perkembangan teknologi ilmu pengetahuan budi daya ayam broiler yang mutakhir.

“Selain bagi mahasiswa, juga bisa digunakan dosen untuk keperluan risetnya,” bebernya usai mengecek kandang closed house di area Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, Sabtu (23/9).

Undip menjadi Perguruan Tinggi pertama yang menerima hibah kandang closed house. Pasalnya, masih ada 3 kandang yang dihibahkan PT CPI dalam rangka mendukung perkembangan peternakan dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai pelopornya. Diantaranya adalah Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M nasir yang turut meresmikan hibah tersebut menyambut baik atas inisiasi Undip untuk mengembangkan teknologi dari hasil risetnya.

“Karena pada pada hakekatnya, riset itu harus berbasis kepada output. Maka dari itu ke depan riset dosen harus kita kawal betul karena dosen kadang meneliti tidak berdasarkan kebutuhan masyarakat disinilah pentingnya fungsi dari Dewan Riset Nasional,” terangnya.

Nasir berharap, Undip bisa menjadi pionir  dalam hasil risetnya untuk itu diperlukakan komitmen bersama dari seluruh civitas akademika Undip untuk menghadapi perubahan dan tantangan dunia yang semakin maju tetapi tetap menjadi Universitas yang bertumpu pada local wisdom.

Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama menambahkan, riset para dosen harus menjadi produk dengan menggandeng pihak ketiga untuk bisa mendukung dan memfasilitasi para peneliti Undip dalam risetnya. (tsa/zal)