Petani Dilatih Melihat Iklim

475

MAGELANG—Petani di Kabupaten Magelang, Selasa (26/9) kemarin, mendapatkan pelatihan melihat iklim di aula Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Penyelenggara kegiatan, Balai Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang.

Pelatihan diikuti 100 peserta, terdiri atas 75 petani dan 25 petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kecamatan Ngluwar. “Kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale) serta ketahanan pangan,” kata Deputi BMKG Pusat, R Mulyono Rohadi Prabowo.

Dengan mengetahui kondisi iklim, sambung Mulyono, pihaknya berharap petani mampu menentukan masa tanam, komoditas, dan varietas jenis tanaman. “Dengan mengetahui itu, dapat meningkatkan produktivitas hasil tanam.” Sejauh ini, kata Mulyono, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke-33 provinsi. “Di Jawa Tengah, sudah yang kesekian kali kami adakan. Para peserta pelatihan, kami harapkan bisa menyebarluaskan hasil pelatihan ini ke masyarakat.”

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi, dalam kesempatan itu meminta BMKG menambah jumlah pelatihan iklim dengan peserta yang lebih banyak. Ia berharap, pengetahuan iklim bisa dipahami dan dijalankan para petani. “Kami minta BMKG bisa menggelar lebih banyak pelatihan. Kasihan mereka, jika sampai gagal panen gara-gara salah membaca iklum.”

Asisten III Setda Pemkab Magelang Endah Endra Wacana mengatakan, salah satu kendala utama petani adalah faktor cuaca yang berubah-ubah. Padahal, 70 persen ekonomi Magelang mengandalkan sektor pertanian tradisional. Karena itu, kemampuan memahami dan menghitung iklim, diharapkan membuat petani bisa mengantisipasi kondisi cuaca.

“Petani harus paham perubahan cepat cuaca. Sekarang baru lima desa, namun kami harapkan ke depan bisa bertambah, sehingga hasil panen bisa meningkat dan kesejahteraan petani bisa membaik.” (vie/isk)