Pemuda Jungsemi Unjuk Sepak Takraw Masal

569
PEMBUKAAN: Bupati Kendal, saat peresmian pembukaan TMMD Reguler ke 100 di Lapangan DesaJungsemi Kecamatan Kangkung (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PEMBUKAAN: Bupati Kendal, saat peresmian pembukaan TMMD Reguler ke 100 di Lapangan DesaJungsemi Kecamatan Kangkung (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Puluhan pemuda dan pemudi serta anak-anak di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung melakukan unjuk kebolehan bermain sepak takraw secara masal. Olahraga yang mulai jarang diminati ini, justru sudah lama menjamur. Bahkan menjadi olahraga favorit di daerah pinggiran tersebut.

Berbagai gaya permainan sepak takraw dipertontonkan di hadapan para tentara dan masyarakat yang mengikuti upacara peresmian pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 100 di Lapangan Desa Jungsemi. Dari jugling, teknik oper hingga tendatangan salto berbalik.
“Olah raga sepak takraw ini menjadi olahraga favorit di desa ini. Malah dari Desa Jungsemi menjadi satu-satunya pemasok atlet sepak takraw Kendal,” kata pelatih sepak takraw Kendal, Nur Kholis, Rabu (27/9) kemarin.

Dikatakannya, banyak atlet tingkat nasional di Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Bahkan tak sedikit atlet sepak takraw dari Jungsemi mewakili kejuaraan dunia dalam Southeast Asian Games atau SEA Games.

Bupati Kendal, Mirna Annisa memberikan apresiasi kepada Desa Jungsemi yang sudah mampu memberdayakan para pemudanya untuk berkontribusi membangun dan mengharumkan nama Kendal hingga tingkat internasional. Ia berharap agar prestasi yang sudah ada ini terus dipertahankan serta dikembangkan.

Terkait fasilitas olahraga yang masih minim di Desa Jungsemi, ia berharap nantinya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait bisa memberikan bantuan anggaran agar fasilitas yang ada memiliki standar nasional. “Sehingga kedepan, tumbuh atlet-atlet lain yang memiliki semangat selain menyalurkan bakat dan hobi tapi juga untuk mengharumkan negeri,” tandasnya.

Sedangkan terkiat Program TMMD ke-100, di Desa Jungsemi akan mengerjakan pembangunan gorong-gorong, pengecoran jalan, bedah rumah tak layak huni, pembangunan MCK dan poskamling. Disamping itu, akan dilakukan penyuluhan kepada warga, berupa penyuluhan kesehatan, penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara, penyuluhan tentang narkoba, juga penyuluhan wawasan kebangsaan. Kegiatan dianggarkan sebesar Rp 1,3 miliar.

“Kegiatan ini sasarannya, pertama untuk menyadarkan masyarakat memiliki semangat bergotong royong. Selain itu, proses kerjasama TNI dan masyarakat dalam membangun desa, bukan hanya dapat menghemat anggaran, tapi untuk merekatkan hubungan TNI dengan masyarakat,” kata Asisten Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, Eddy Djoko Pramono. (bud/ida)