Pengguna Tol Bawen-Salatiga Tetap Tinggi

Meski Tarifnya Mahal

641

UNGARAN–Meski tarif tol ruas Bawen–Salatiga terbilang mahal, namun penggunanya tetap tinggi. Seperti diketahui, besaran tarif ruas Bawen–Salatiga yang mencapai Rp 17.500.

“Pada saat uji coba selama enam hari, jumlah pengguna jalan yang melintas di ruas tol Bawen-Salatiga ini rata- rata mencapai 6 ribu kendaraan per hari,” kata General Manager Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), Prayudi, Rabu (27/9) kemarin.

Sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo, ruas tol sepanjang 17,6 kilometer ini telah diujicobakan selama enam hari, dengan dibuka untuk masyarakat umum tanpa dikenakan tarif. Namun setelah jalan tol resmi dioperasionalkan dan dikenakan tarif, ternyata tidak terjadi pengurangan jumlah pengguna jalan tol yang cukup signifikan.

“Jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol ini sehari setelah diresmikan masih mencapai antara 5 ribu hingga 6 ribu pengguna jalan. Dengan jumlah penggguna jalan tol ini, menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi,” katanya.

Dijelaskannya, penghitungan besaran tarif untuk ruas tol Bawen- Salatiga atau jalan tol Semarang-Solo seksi III ini mempertimbangkan besaran nilai investasi dalam pembangunannya. “Sehingga lebih mahal, jika dibandingkan dengan besaran tarif dua seksi sebelumnya. Karena nilai investasi untuk pembangunan jalan tol Seksi III ini lebih besar dari nilai investasi pebangunan Seksi I dan Seksi II,” katanya.

Bahkan jika dibandingkan dengan tarif jalan tol Jasa Marga Cabang Semarang jauh lebih timpang. “Karena pembangunannya sudah lama, nilai investasi saat itu relatif kecil, dibandingkan di ruas Bawen-Salatiga ini,” ujarnya.

Namun jika dibandingkan dengan proyek- proyek jalan tol yang baru, seperti Solo-Kertosono, tarifnya bahkan di atas Rp 1.000 per kilometer. “Atau Semarang-Batang nanti, besaran akan berkisar pada angka Rp 1.000 per kilometer atau bahkan bisa lebih,” katanya.

Meski tidak menyebutkan secara rinci, khusus untuk ruas tol Bawen- Salatiga nilai investasinya cukup besar karena konstruksi jalan tol ini berada pada medan yang cukup berat. Seperti membelah bukit, membuat jembatan di antara lembah, ada yang harus digali dan harus ditimbun.

Sehingga dari total investasi jalan tol Semarang-Solo mencapai Rp 7 triliun. Sebanyak Rp 4 triliun di antaranya sudah terserap untuk pembangunan sampai dengan Seksi III. Masing- masing Seksi I ruas Semarang-Ungaran (11 kilometer), Seksi II ruas Ungaran- Bawen (11,3 kilometer) dan Seksi III ruas Bawen- Salatiga (17,6 kilometer). “Khusus untuk ruas Bawen- Salatiga kira- kira telah menyerap anggaran sekitar Rp 1,7 triliun sendiri,” tuturnya. (ewb/ida)