Exit Tol Tingkir Dilebarkan Jadi 11 Meter

630
PANTAU INFRASTRUKTUR : Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi bersama jajaran Komisi C dan Komisi D saat tinjauan ke gerbang tol Salatiga, kemarin (Istimewa).
PANTAU INFRASTRUKTUR : Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi bersama jajaran Komisi C dan Komisi D saat tinjauan ke gerbang tol Salatiga, kemarin (Istimewa).

SEMARANG – DPRD Jateng mendorong PT Trans Marga Jateng (TMJ) memperlebar exit tol Bawen Salatiga di daerah Tingkir, Salatiga. Jalur keluar masuk jalan tol tersebut akan dilebarkan dari semula 6 meter menjadi 11 meter.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, jalan kabupaten/kota yang menjadi exit tol akan menjadi titik kemacetan baru jika lebarnya kurang. “Ada kendala, exit tol yang masuk jalan kota terlalu sempit, maka akan dilebarkan dari 6 meter menjadi 11 meter sehingga akses ke Jalan Patimura yang masuk Kota Salatiga semakin lancar,” katanya disela kunjungan kerja DPRD Jateng ke gerbang Tol Bawen-Salatiga, Kamis (28/9). Selain pimpinan dewan, kunjungan diikuti Komisi C dan Komisi D DPRD Jateng.

Rukma menambahkan tinjauan dilakukan karena banyaknya pengaduan masyarakat pengguna tol Bawen-Salatiga. “Ada pengaduan, akses keluar tol sering macet. Kami ingin tahu mengapa bisa terjadi dan solusinya apa,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri berharap target penyelesaian ruas tol Bawen-Kartasura pada tahun depan bisa terlaksana. Dia juga menyoroti sosialisasi sistem pembayaran di gerbang tol yang dinilai kurang. “Sistem pembayaran dengan E-Tol dan mengambil kartu harus terus disosialisasikan karena banyak masyarakat yang belum paham,” ungkapnya.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengatakan, saat ini pengelolaan jalan tol oleh PT TMJ belum bisa memberikan deviden ke kas daerah. “Karena keuntungan jalan tol baru bisa dinikmati 20 tahun ke depan. Itu pun dengan catatan traffic-nya sesuai yang diharapkan,” paparnya.

Sementara Direktur Teknik dan Operasional PT TMJ Ali Zainal Abidin menjelaskan setelah ruas tol Bawen-Salatiga diresmikan Presiden Jokowi, kini ruas tol Salatiga-Kartasura terus dikebut.

“Pembangunan fisik di ruas tersebut sudah 27 persen dan pembebasan lahannya sudah 99 persen. Kontraktor yang mengerjakan Solo Ngawi Jaya, yaitu badan usaha jalan tol bentukan Jasa Marga dan Waskita Karya,” katanya.

Ruas tol Bawen-Salatiga sendiri masih akan disempurnakan dengan melandaikan bukit di daerah Polosiri. “Penyempurnaan ini tidak mengganggu operasional jalan tol,” katanya. (ric/zal)