Permalukan Pendekar Cisadane

941
HASIL MAKSIMAL: Pemain PSIS Rifal Lastori dihadang dua pemain Persita Tangerang saat laga Babak 16 Besar Grub B Liga 2 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, kemarin. (kiri) Ahmad Agung melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita. Laga ini dimenangkan PSIS dengan skor 0-3 (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
HASIL MAKSIMAL: Pemain PSIS Rifal Lastori dihadang dua pemain Persita Tangerang saat laga Babak 16 Besar Grub B Liga 2 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, kemarin. (kiri) Ahmad Agung melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita. Laga ini dimenangkan PSIS dengan skor 0-3 (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KARAWANG- PSIS sukses mempermalukan tuan rumah Persita Tangerang dalam laga lanjutan babak 16 besar Grup B Liga 2, Jumat (29/9) sore kemarin. Haudi Abdillah dkk berhasil menang besar, 0-3, dalam laga yang digelar di Stadion Singaperbangsa, Karawang tersebut.

Atas raihan itu, tim berjuluk Mahesa Jenar masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup B dengan raihan 7 poin. Peringkat kedua dihuni oleh Persibat Batang dengan raihan nilai yang sama. Persibat kemarin juga sukses menang atas tamunya PSMS Medan dengan skor 1-0.

Tampil di Stadion Singaperbangsa tak menyurutkan daya juang PSIS menghadapi tim berjuluk Pendekar Cisadane kemarin. Apalagi dukungan langsung yang diberikan Panser Biru dan Snex membuat Haudi Abdillah tampil percaya diri mengawali pertandingan.

Head Coach Subangkit juga tampak mengubah komposisi starting eleven Mahesa Jenar menyusul absennya sejumlah pilar, seperti M Yunus dan Erik Dwi. Di pos lone striker, Subangkit menurunkan pemain gres PSIS, Sholihul Islam.

Di bawah Sholihul, PSIS masih mempercayakan Hari Nur Yulianto dan dua winger Rifal Lastori serta Melcior Leideker. Kemudian di pos breaker, pelatih asal Pasuruan itu kembali menduetkan Ruud Gullid dan Ahmad Agung.

Tuan rumah sebenarnya tidak tinggal diam. Kapten Egy Melgiansyah tampil sebagai jenderal lapangan tengah. Head coach Persita, Bambang Nurdiansyah, sempat melakukan pergantian lebih awal dengan memasukkan gelandang Heru Setiawan, dan mengistirahatkan Rafid Lestaluhu demi menjaga keseimbangan lini tengah.

Gol yang ditunggu Mahesa Jenar akhirnya datang di menit ke-21. Ahmad Agung mampu memanfaatkan bola muntah sundulan kapten Haudi Abdillah yang membentur tiang gawang Reky Rahayu dan mengkonversikan menjadi gol.

BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG
BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG

Unggul satu gol, Mahesa Jenar semakin tampil percaya diri. PSIS mampu menguasai lini tengah dan membuat Persita tampil di bawah tekanan meski akhirnya skor 1-0 untuk keunggulan PSIS bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Subangkit belum melakukan pergantian. Bahkan Haudi Abdillah langsung mengambil inisiatif serangan memanfaatkan kecepatan duo sayap mereka Rifal Lastori dan Melcior Leideker. Hasilnya, di menit ke-67, Mahesa Jenar mampu menambah keunggulan  menjadi 2-0, setelah Rifal Lastori mencetak gol cantik melalui tembakan first time setelah memanfaatkan umpan Sholihul Islam.

Ketinggalan dua gol, membuat Pendekar Cisadane semakin frustasi. Pemain-pemain senior Persita juga mulai kehabisan tenaga meladeni kecepatan PSIS yang kemarin hanya menyisakan Hari Nur sebagai pemain senior.

Tak mau berhenti hanya dengan dua gol, Rifal Lastori kembali memperlebar margin kemenangan PSIS menjadi 3-0 melalui sepakan kaki kanannya di menit ke-79 yang gagal dibendung kiper Reky Rahayu.

Nyaman dengan tiga gol, Subangkit mulai berani melakukan rotasi. Striker muda Albi Lanju dimasukkan menggantikan Sholihul Islam. Kemudian pemain anyar PSIS lainnya, Andrid Wibawa dimasukkan menggantikan peran Hari Nur. Saddam Sudarma Hendra juga masuk menggantikan peran Ahmad Agung yang sedikit bermasalah dengan otot lehernya. Kemenangan 3-0 Mahesa Jenar ini bertahan hingga laga usai.

Asisten coach Persita, Wiganda Saputra, mengaku kecewa dengan kekalahan telak Persita di kandang. Kekalahan di kandang tersebut merupakan kali kedua, setelah di laga perdana babak 16 besar, Kamis (21/9) lalu, Persita harus mengakui keunggulan Persibat Batang, 1-2.

“Jujur ini hasil yang mengecewakan bagi kami. banyak faktor yang menjadi penyebab salah satunya kondisi fisik pemain yang tampak tidak prima mungkin, karena faktor kelelahan dengan jadwal 16 besar yang cukup padat ini,” beber Wiganda.

Di kubu PSIS, Subangkit mengaku timnya bekerja secara maksimal di laga kemarin. Ia memuji kontribusi sejumlah pemain anyar PSIS yang mampu tampil maksimal. “Sebenarnya kami juga tidak menyangka bisa menang tiga gol di kandang Persita. Semua karena kerja keras anak-anak. Tapi kami tekankan ke anak-anak untuk tidak cepat puas, karena perjalanan masih panjang,” beber Subangkit.

Setelah melakoni laga tandang versus Persita, Haudi Abdillah dkk akan menjamu Persita di kandang pada 3 Oktober pekan depan,”Yang jelas kami sudah sama-sama tahu, kami tetap harus kerja keras menjamu Persita pekan depan,” ujarnya. (bas/aro)