Dikelola Generasi Keempat, Cita Rasa Tetap Sama

Menelusuri Jejak Minuman Legendaris di Salatiga, Ronde Jago

1551
RAMAI : Cita rasa Ronde Jago yang khas, membuat para pecinta kuliner ketagihan untuk mengonsumsinya berulang kali (IST).
RAMAI : Cita rasa Ronde Jago yang khas, membuat para pecinta kuliner ketagihan untuk mengonsumsinya berulang kali (IST).

Wedang Ronde merupakan salah satu ikon minuman khas Kota Salatiga. Minuman dengan paduan kuah pedas dari jahe ini, banyak dijual di berbagai pusat keramaian. Ternyata ada salah satu yang legendaris, yakni Ronde Jago. Seperti apa?

CORNELIA NATHAZA AYUDYA

MENILIK dari namanya, tidak cukup lazim di telinga. Namun paling dicari para penyuka kuliner. Adalah Ronde Jago yang didirikan sejak tahun 1964. Sudah turun temurun, saat ini dikelola oleh generasi keempat bernama Airlangga.

Silsilah nama Ronde Jago sebenarnya bermula dari terkenalnya distributor Jamu Jago. Awal berdiri tahun 1964, di Jalan Kesambi Salatiga. Kala itu, belum dinamai Ronde Jago, tapi hanya minuman biasa. Baru tahun 1966, Ronde milik buyut Airlangga berpindah tempat di belakang Pasar Raya Salatiga dan sekaligus menjadi minuman pelengkap Jamu Jago.

“Dulu itu, Ronde adalah minuman pelengkap di sini. Karena buyut saya distributor Jamu Jago. Seiring berjalannya waktu, Jamu Jago menjadi kurang popular di masyarakat. Makanya hanya Ronde saja yang dijual dan dinamai dengan sebutan Ronde Jago,” ungkapnya.

Selama bertahan hingga 53 tahun ini, diakuinya, penjualan Ronde Jago mengalami pasang surut. Namun tetap saja, rasa yang nikmat dan sajian yang variatif menjadi ciri khas tersendiri bagi penikmat Ronde Jago. Ada 3 varian rasa yang ditawarkan oleh Ronde Jago, yakni ronde sekoteng, wedang kacang, dan ronde sekoteng kacang. Pembeda dari ronde lainnya adalah Ronde Jago menggunakan campuran sekoteng dalam sajiannya. Sekoteng itu sendiri adalah minuman jahe yang dicampur dengan kacang tanah dan pacar China. Ronde sekoteng yang ditawarkan Ronde Jago, biasanya dilengkapi dengan agar-agar atau rumput laut dan roti.

Untuk varian rasanya, penikmat ronde bisa memesan sesuai selera mereka masing-masing. Ada beberapa bahan vira di dalam satu mangkuk Ronde Jago, yaitu agar-agar, kolang-kaling, ronde, kacang tanah dan air jahe yang sedikit manis. Tak heran, kota yang diselimuti dengan udara dingin ini dapat menjadi salah satu faktor tertariknya para wisatawan dari luat Kota Salatiga maupun masyarakat Salatiga untuk menikmati Ronde Jago.

Selain menjual ronde, Ronde Jago juga menyajikan beberapa jajanan pasar. Seperti gorengan, roti, tape ketan hijau, dodol, dan bipang, atau beberapa jenis cemilan di dalam toples-toples tua yang berjajar rapi di atas meja.

Minuman khas Salatiga ini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Di samping harganya terjangkau, minuman Ronde Jago dapat menghangatkan suhu tubuh. “Keunggulan Ronde Jago ini, dari dulu sampai sekarang cita rasa tetap sama,” tandasnya. (*/ida)