Ingin Jangkau 36 Ribu Naker

658
RAMAI: Setiap hari, kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang di Jalan A. Yani Kota Magelang ramai dikunjungi masyarakat yang mengurus kepesertaan maupun klaim (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
RAMAI: Setiap hari, kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang di Jalan A. Yani Kota Magelang ramai dikunjungi masyarakat yang mengurus kepesertaan maupun klaim (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Magelang menargetkan 36.539 tenaga kerja (naker) di Magelang terdaftar menjadi peserta pada 2017. Hingga saat ini, pihaknya sudah mengcover sekitar 76.465 pekerja. Terdiri atas 2.935 perusahaan, baik skala kecil maupun besar.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang, B. Gunawan Wibisono mengatakan, jika target itu terpenuhi, pihaknya bisa menjadi jembatan menuju kesejahteraan pekerja, melalui program-programnya. Meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

“Program ini tidak hanya bisa diikuti oleh pekerja Penerima Upah (PU) saja, tapi juga bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri,” kata Gunawan saat memberikan sosialisasi kepada wartawan di sela-sela pelantikan pengurus PWI, Sabtu (29/9) lalu, di Atria Hotel Magelang.

Gunawan mengaku menemui kendala dalam menjangkau para pekerja BPU. Utamanya, dalam mengubah pola pikir masyarakat. Padahal, program yang ditawarkan cukup murah. Yakni, cukup membayar iuran Rp 16.800 per bulan, pekerja sudah terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan kematian.

“Padahal, akibat kecelakaan kerja bisa bermacam-macam. Mulai luka ringan, luka parah, cacat sebagian anatomis, cacat sebagian fungsi, cacat total tetap, bahkan meninggal dunia.”

Gunawan menyampaikan, pekerja di sektor informal juga memiliki risiko yang sangat tinggi dalam menjalankan pekerjaannya. Semisal, penambang pasir, pedagang pasar, petani, tukang ojek, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, termasuk wartawan freelance.

“Perlindungan jaminan kerja perlu menjadi salah satu pilihan utama sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (put/isk)